Tingkatkan Budaya Mutu di PTNU, LPM STAINU Studi Banding ke LPM UNISNU Jepara

LPM STAINU Purworejo – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STAINU Purworejo melakukan kunjungan kepada LPM Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara dalam rangka studi banding Bidang Penjaminan Mutu bertempat di Kantor LPM Gedung Rektorat Lt.02, pada Kamis (28/07/2022). 

BPP STAINU, Ketua STAINU, Rektor UNISNU dan Ketua YAPTINU (dari kiri)

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Studi Banding dan Penandatanganan Kerjasama antara STAINU Purworejo dengan UNISNU Jepara. Sebagaimana diketahui bahwa studi banding ini atas rekomendasi dari Asesor APT pada APT Juni 2021 lalu. Karena terhalang pandemic dan kegiatan lain, maka studi banding ini baru dapat terealisasi setahun setelahnya.

LPM STAINU Purworejo bersama LPM UNISNU Jepara

Kegiatan yang dihadiri oleh 22 peserta dari STAINU Purworejo dan 31 peserta dari UNISNU Jepara dimulai dengan acara seremonial penerimaan tamu dan penandatanganan nota kesepahaman yang dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung Rektorat Lt.01. Acara dilanjutkan dengan kegiatan studi banding masing-masing bidang: Bidang Pengelolaan Badan Penyelenggara (Yayasan); Bidang Akademik; Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sumber Daya; Bidang Hukum, Kerjasama, Humas, dan PMB; Bidang Keprodian; Bidang Penelitian dan Pengabdian; dan Bidang Penjaminan Mutu.

Dalam kesempatannya, LPM UNISNU Jepara tidak keberatan untuk memaparkan profil LPM, Implementasi SPMI yang efektif, praktik baik tentang Audit Mutu Internal (AMI), praktik baik tentang evaluasi dan praktik baik tentang pengelolaan akreditasi kepada pengelola LPM STAINU Purworejo, Dhiya Ayu Tsamrotul Ihtiari, M.Pd. (Ketua LPM) dan Abdul Aziz, S.Ag., M.Pd. (Sekretaris LPM).

Penjelasan materi disampaikan oleh Yanto, S.E., M.Si. (Kepala LPM UNISNU Jepara) beserta Noor Azizah, M.Kom. (Kepala Bidang Pengembagan Sistem Penjaminan Mutu), dan Musyafa’, S.H.I., M.Ag. (Kepala Bidang Monitor dan Evaluasi Internal). Kepala LPM Yanto, S.E., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa salah satu kunci ketercapaian efektifitas implementasi penjaminan mutu adalah adanya tindaklanjut dari hasil-hasil audit dan evaluasi yang dilakukan.

“Audit dan evaluasi itu harus ditindaklanjuti, jika tidak ada tindaklanjut hasil audit dan evaluasi akan sama setiap tahun, yang harus menindaklanjuti siapa? Ya pimpinan” ujar beliau. Beliau juga menambahkan bahwa penjaminan mutu bukan hanya tanggungjawab Lembaga Penjaminan Mutu di universitas, tetapi merupakan tangggungjawab bersama, mulai dari pimpinan, lembaga, unit kerja, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa harus bersinergi bersama dalam membangun budaya mutu.

“LPM bertanggungjawab melaksanakan audit, pimpinan dan unit kerja lain harus bertanggungjawab untuk menindaklanjuti hasil audit, jadi sering dan banyak di PT, posisi LPM serba salah, LPM sudah melaksanakan evaluasi dan audit tetapi sering hasilnya tidak efektif karena hasilnya tidak ada tindaklanjut”, tegasnya.

Kepala LPM STAINU Purworejo Dhiya Ayu Tsamrotul Ihtiari, M.Pd. di akhir kegiatan mengucapkan terimakasih atas sambutan LPM UNISNU Jepara. “Kami mengucapkan banyak terimakasih atas sambutan dan respon yang baik dari LPM UNISNU Jepara dan berharap ke depan akan terjalin hubungan yang lebih baik antara LPM STAINU Purworejo dan LPM UNISNU Jepara dalam rangka bersama-sama membangun budaya mutu di lembaga PTNU,” ujarnya.

Sambutan LPM dilakukan dengan tujuan menyampaikan informasi terkait penjaminan mutu sebagai tanggungjawab LPM kepada stakeholder termasuk perguruan tinggi swasta khususnya di wilayah Jawa Tengah supaya dapat bersama-sama mengimplementasikan SPMI secara utuh di lingkungan perguruan tinggi masing-masing. Implementasi SPMI melalui siklus PPEPP mutlak harus dilakukan oleh perguruan tinggi dalam upaya peningkatan mutu baik internal maupun eksternal melalui peningkatan peringkat akreditasi institusi maupun program studi. Selain itu juga sebagai bentuk koordinasi dan sinergitas antar Perguruan Tinggi Swasta Islam Nahdlatul Ulama di wilayah Jawa Tengah. (Humas dan Publikasi)

LPM Ikuti Visitasi Lapangan Pembukaan Prodi Baru BKI

LPM STAINU Purworejo – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STAINU Purworejo mengikuti kegiatan Visitasi dan Evaluasi Lapangan Pembukaan Prodi baru, pada Rabu (29/06/22).

Setelah LPM terlibat langsung sebagi bagian dari Tim Pembukaan Prodi Baru sekaligus Tim Pengusul Proposal Borang Pembukaan Prodi Baru yang dikerjakan sekitar tiga bulan, akhirnya Prodi BKI sebagai prodi yang diusulkan pembukaannya mendapatkan Visitasi Lapangan secara langsung oleh Tim Asesor dari Kopertais Wilayah X Jawa Tengah.  

Hadir pada acara visitasi lapangan tersebut, Pimpinan BPP, Ketua dan jajaran Pimpinan STAINU Purworejo, Senat, Tim Pembukaan Prodi Baru, Tim Pengusul Borang dan unit terkait. Visitasi Lapangan Prodi BKI ini merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh jajaran civitas akademika STAINU Purworejo karena memperjuangkan program studi yang dahulu pernah ada di STAINU Purworejo sekitar tahun 1980-an. Sehingga diharapkan dengan adanya Prodi BKI yang notabene bagian dari Jurusan Dakwah ini dapat eksis kembali dan mampu mendongkrak pengembangan prodi dan mahasiswa baru, utamanya mampu menjadi bagian solusi dalam menjawab tantangan perkembangan zaman baik di tingkat lokal Purworejo maupun nasional.

Kegiatan Visitasi Lapangan Pembukaan Prodi BKI STAINU Purworejo

Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) merupakan prodi yang menawarkan ilmu dalam bidang Sarjana Sosial (Islam) yang lulusannya mampu menjadi agent of changes dalam perihal sosial-keagamaan di lembaga pendidikan dan masyarakat. Profil lulusan prodi BKI STAI Nahdlatul Ulama Purworejo adalah menjadi Konselor/Guru BK di Sekolah, Konsultan Pendidikan, Konselor Masyarakat/Penyuluh Agama, Asisten Peneliti, Psikoterapis Muda dan Rohaniawan. Artinya prodi ini menawarkan output dan outcame di bidang pendidikan dan sosial, dengan Gelar S.Sos.

Ketua STAINU Purworejo, Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum. menyampaikan terimakasih kepada Tim Asesor dari Kopertais Wilayah X Jawa Tengah yakni Dr. H. Ruswan, M.A. yang telah memberikan jadwal visitasi terhadap prodi baru yang diajukan. “Kami berharap Prodi BKI ini mampu membangun semangat baru untuk STAINU Purworejo lebih maju lagi ke depan. Tentu, Prodi BKI bukanlah prodi terakhir yang akan diajukan STAINU Purworejo, masih banyak opsi dan rencana kami untuk membuka Fakultas dan Prodi baru untuk menyongsong wujudnya UNU Purworejo ke depan,” ungkapnya.

“Berbagai arahan dan masukan dari Tim Asesor dalam visitasi lapangan ini akan kami terima dan segera kami revisi jika ada kekurangan atau hal-hal yang perlu diperbaiki. Target kami pada 2022 ini Prodi BKI dapat turun SK Ijin Operasionalnya dari Dirjen Pendis Kemenag RI, sehingga kami memohon bantuan pada Kopertais supaya bisa mengawal dan mengarahkan Prodi BKI ini mulai dari Visitasi, Rekomendasi hingga turun SK Ijin Operasional nanti,” tandasnya.

Selanjutnya salah satu dari Tim Asesor yang juga Sekretaris Kopertais Wilayah X Jawa Tengah, Dr. H. Ruswan, M.A., menyampaikan pesan kepada Ketua dan Tim Pembukaan Prodi Baru STAINU Purworejo bahwa Prodi BKI yang diajukan telah memenuhi syarat dan ketentuan standar yang berlaku. “Prodi BKI ini setelah kami cek dan visitasi, telah memenuhi berbagai syarat dan ketentuan dari berbagai standar yang ada, seperti dari sisi Kurikulum, SDM dan Sarpras, semuanya saya lihat sudah sangat cukup dan mendukung. Semoga setelah visitasi ini, nantinya segera di upload borangnya ke Pendis Kemenag dan kami berdoa SK Ijin Operasionalnya bisa segera turun,” ungkapnya.

Dr. H. Ruswan, M.A. (Tim Asesor Kopertais Wilayah X Jawa Tengah) tengah melakukan visitasi lapangan

Dengan adanya Prodi BKI ini, maka STAI Nahdlatul Ulama Purworejo saat ini memiliki 4 (empat) program studi dengan 2 (dua) jurusan, yakni Jurusan Tarbiyah yang terdiri atas Prodi PAI, PGMI dan PIAUD, dan Jurusan Dakwah yang terdiri dari Prodi BKI. Rencananya ke depan masih akan membuka fakultas dan prodi-prodi baru lagi dengan fokus pembukaan pada fakultas dan prodi umum, seperti Kesehatan, Teknik, Informatika, Ekonomi dan lainnya yang sesuai dengan analisis kebutuhan perkembangan era di saat ini dan mendatang. (Humas dan Publikasi)

LPM Gelar Sosialisasi dan Pendalaman Instrumen Akreditasi LAMDIK

LPM STAINU Purworejo – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STAINU Purworejo mengadakan kegiatan sosialisasi dan pendalaman Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) yang bertempat di ruang rapat lantai 1, pada Jum’at (15/07/22).

Kegiatan sosialisasi dan pendalaman LAMDIK ini mengundang para pimpinan dan seluruh prodi di STAINU Purworejo. Hadir langsung pada acara ini Ketua, Wakil Ketua 1, 2 dan 3, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Kaprodi PAI, PGMI dan PIAUD.

Ketua STAINU Purworejo, Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum. mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh LPM ini. “Terimakasih kepada LPM STAINU Purworejo telah mengagendakan sosialisasi dan pendalaman LAMDIK. Kami mengapresiasi LPM yang menyelenggarakan ini dengan mengundang jajaran pimpinan (UPPS) dan PS”, terangnya.

“Sebagaimana dalam Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 dijelaskan bahwa Perguruan Tinggi harus melakukan penjaminan mutu yang baik, yakni harus diselenggarakan secara berencana dan berkelanjutan. Sehingga melalui kegiatan LPM ini kita bisa bersama-sama melaksanakan penjaminan mutu melalui instrument akreditasi LAMDIK, agar kita tidak wayangan semalaman saat mau akreditasi. Nah di sini lah kita harus merencanakan sejak dini,” jelasnya.

Beberapa kali kegiatan yang sosialisasi LAMDIK yang diikuti oleh Ketua juga mengarah pada persiapan PTKIS agar lebih mempersiapkan seluruh program akademiknya sesuai instrumen LAMDIK. “Kami mengikuti beberapa kegiatan PTKIS Jawa Tengah seperti di Semarang, Bali dan sebagainya, yang pada intinya merespon terkait pro-kontra adanya LAM, khususnya LAMDIK terutama terkait biaya,” tandasnya.

Sementara itu Ketua LPM, Dhiya Ayu Tsamrotul Ihtiari, M.Pd. yang juga sebagai pemateri dalam kegiatan ini menyampaikan, bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat penting untuk diselenggarakan. “Sosialisasi dan pendalaman LAMDIK ini sangat penting dilakukan bagi STAINU Purworejo sebagai PT yang pengelolaannya ingin lebih baik, lebih tumbuh dan maju dari pada sebelumnya. Sebagaimana dalam Permendikbud Nomor 20 tahun 2020 disampaikan bahwa akreditasi bagi institusi tetap dilaksanakan oleh BAN-PT, sementara akreditasi program studi dilakukan oleh LAM,” terangnya.

Proses sosialisasi dan pendalaman LAMDIK

Di sisi lain, pemateri lainnya, Abdul Aziz, S.Ag., M.Pd., sebagai Sekretaris LPM, menyampaikan bahwa kebijakan LAMDIK ini sebenarnya sudah ada gagasan sejak 2013, namun diproses tahun 2018, diresmikan tahun 2019 dan dilaunching pada 2022 ini. Jadi tahun 2022 ini masih masa transisi dan sosialisasi LAMDIK. Sementara pemberlakukan secara riil pelaksanaan akreditasi LAMDIK dilakukan pada 1 Januari 2023 nanti, walaupun sekarang kita sudah bisa melakukan Registrasi Online (RO) sesuai ketentuan pembiayaan yang diberlakukan,” ujarnya.

Harapan utama dari kegiatan ini selain untuk mengetahui bersama tentang kebijakan terbaru terkait LAMDIK dan instrumennya sekaligus terutama untuk menyamakan persepsi terhadap instrument akreditasi dan kebutuhannya bagi Prodi dan institusi. Dengan demikian, prodi dan institusi dapat melakukan pengembangan mutu dan tata kelola PT serta mengetahui seluruh pemetaan kebijakan PT berdasarkan instrument LAMDIK. Hasilnya kemudian diimplementasikan oleh STAINU Purworejo dalam rangka menuju perbaikan dan peningkatan mutu institusi menuju PTNU unggul baik dalam skala regional, nasional dan internasional. (Humas dan Publikasi)

*Untuk melihat dokumentasi kegiatan tersebut klik di sini.

Bangun PTNU Unggul, STAINU Purworejo Tambah Auditor Internal

Kegiatan Pelatihan SPMI dan AMI di UNWAHAS

LPM STAINU Purworejo – STAINU Purworejo kembali mengikuti pelatihan Auditor Internal dalam rangka membangun kekuatan mutu program studi dan institusi yang unggul. Dalam pelatihan AMI ini STAINU mendelegasikan dua dosen yaitu M. Nurul Huda, S.Hum., M.A. dan Prawidya Lestari, M.Pd.I. Dengan keikutsertaan dua dosen dalam pelatihan tersebut, maka jumlah Auditor Internal di STAINU Purworejo bertambah dengan total kini memiliki 6 (enam) Auditor Internal.

Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI) untuk PTNU Jawa Tengah kembali digelar di Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang, pada 2-4 Februari 2022 secara daring. Sementara kegiatan pelatihan tersebut ditindaklanjuti dengan praktik langsung secara luring pada 7 Februari 2022.

Dalam pelaksanaannya kegiatan tersebut menyampaikan tentang pentingnya pelaksanaan siklus PPEPP dalam penjaminan mutu. Evaluasi Pelaksanaan Standar dalam SPMI (Standar Dikti) dapat dilakukan oleh berbagai pihak terkait. Mulai dari pelaksana standar itu sendiri, dengan cara melakukan evaluasi diri, oleh Tim Evaluasi atau evaluator yang dibentuk untuk maksud tersebut, misalnya untuk pelaksanaan pemantauan (monev), oleh atasan sebagai bentuk evaluasi berupa pengawasan, dan atau oleh Tim Auditor Internal, melalui kegiatan Audit Mutu Internal (AMI).

Dalam sambutan selaku tuan Rumah Ketua LPTNU Jawa Tengah dan sekaligus Rektor Universitas Wahid Hasyim Semarang Prof. Dr. H. Mudzakkir Ali, MA., menyampaikan bahwa Perguruan Tinggi di lingkungan LPTNU harus selalu meningkatkan mutu dan sumberdaya manusia seiring dengan tantangan dan peluang yang akan dihadapi, kegiatan ini sangat penting dalam rangka meningkatkan budaya mutu dilingkungan kita dan dalam rangka meningkatkan peringkat akreditasi pada Lembaga Pendidikan Tinggi di lingkungan LPTNU Jawa Tengah, harapannya dalam praktik audit mutu internal ini dapat diimplementasikan pada tempat masing-masing sebagai budaya mutu.

Sementara itu Ketua PWNU Jawa Tengah Drs. KH. Muzzamil dalam pengarahannya menyampaikan betapa pentingnya kegiatan Mutu ini untuk memuhi standard Nasional  pendidikan yang harus dipenuhi sehingga dapat meningkatkan kualitasnya. Disamping itu penguatan ajaran ahlussunnawaljamaah an nahdliyah diharapkan ditanamkan pada Mahasiswa yang ada di lingkungan Pendidikan Tinggi NU sebagai komitmen nyata pada nilai-nilai ke NU an dan sebagai bekal Mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman.

Selanjutnya panitia kegiatan, Dr. Nur Cholid, M.Ag., M.Pd., menyampaikan jika tahun 2022 ini pelatihan mengambil tema “Sinergi Pengelolaan Penjaminan Mutu Menuju Perguruan Tinggi NU yang Unggul” dengan tujuan meningkatkan sinergi pengelolaan penjaminan mutu Perguruan Tinggi NU (PTNU) se-Jawa Tengah, memberikan pemahaman terhadap peserta pelatihan auditor mutu internal akan pentingnya SPMI dan audit mutu, menyiapkan peserta pelatihan audit mutu internal untuk terampil mengawal SPMI di unit kerja masing-masing, dan menyiapkan auditor internal yang berkualitas, serta menciptakan budaya mutu yang berkualitas di unit kerja masing-masing. (Humas dan Publikasi)

LPM STAINU Ikuti Sosialisasi LAMDIK Bersama LPTNU Jawa Tengah

LPM STAINU Purworejo – Dalam rangka penguatan mutu perguruan tinggi sekaligus dengan adanya pembaruan lembaga akreditasi perguruan tinggi dari BAN-PT ke Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) sejak Januari 2022 ini, maka Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Tengah menginisiasi penyelenggaraan sosialiasi LAMDIK yang diikuti oleh Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Jawa Tengah pada Kamis (20/01/2022). Dalam hal ini Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STAI Nahdlatul Ulama Purworejo juga turut mengikuti kegiatan sosialisasi LAMDIK untuk memahami lebih dalam terkait kebijakan dan teknis pelaksanaan akreditasi melalui LAMDIK.

Hadir dalam acara ini Ketua LPTNU Jawa Tengah, Prof. Dr. KH. Mudzakir Ali, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, Drs. KH. M. Muzzamil, Rektor dan Ketua, beserta Pimpinan LPM sekaligus Kaprodi PTNU Jawa Tengah. Acara sosialisasi LAMDIK kali ini mendatangkan Dr. Haryadi, M.Sc. (Asesor BAN-PT dan Rektor ITS NU Pekalongan) dan Dr. Dyah Werdiningsih, M.Pd. (Asesor BAN-PT dari UNISMA Malang).

Dalam sambutannya, Prof. Mudzakir Ali menyampaikan terkait beberapa program kerja LPTNU Jawa Tengah pada tahun 2022, termasuk di antara program prioritasnya yaitu sosialisasi LAMDIK, Penguatan Aswaja di PT dan Penggabungan PT yang mahasiswanya di bawah 1000. “Sosialisasi LAMDIK ini penting dilakukan guna meningkatkan pemahaman kita dari PTNU terkait aturan baru tentang akreditasi, sehingga harapannya nanti PTNU di Jawa Tengah mampu mendapatkan predikat akreditasi yang Unggul (A) atau minimal Baik Sekali (B),” terang Ketua LPTNU Jateng ini.

Peserta Sosialisasi LAMDIK LPTNU Jateng

“Terkait biaya akreditasi untuk LAM ini kami akan mengupayakan agar disubsidi juga oleh pemerintah, agar tidak dipikul sendiri oleh prodi, yang prodi itu sendiri mungkin masih lemah,” ungkapnya.

Lebih lanjut Prof. Mudzakir juga menyampaikan pentingnya memperhatikan aturan menteri terkait penggabungan perguruan tinggi yang mahasiswanya kurang dari 1000. Pada Februari 2022 ini kita akan melakukan koordinasi (musyawarah) dengan pimpinan PTNU Jawa Tengah yang salah satunya membahas perihal ini. “Apakah PT digabung menjadi satu atau ada otonomi sendiri-sendiri. Bahkan dalam pengamatan kami di Jawa Tengah ada sekitar 250 PTS, ini akan dijadikan menjadi hanya 150 PTS saja. Maka ini perhatian untuk kita, yang mahasiswanya di bawah 1000 agar lebih memperhatikan hal ini agar bisa memiliki keuntungan dan kemanfaatan bersama,” tegasnya.

Sementara KH. M. Muzzamil dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap LPTNU Jawa Tengah yang telah berhasil menginisiasi pengadaan sosialisasi LAMDIK ini. “Semoga dengan acara ini PTNU semakin maju dalam hal akademik dan non akademik, utamanya dalam hal peningkatan mutu akreditasi,” terangnya.

“Ketua PBNU saat ini punya komitmen pengembangan Perguruan Tinggi NU, jadi kita dari internal PTNU harus tetap selalu fokus melakukan peningkatan mutu dan penguatan Aswaja. Selain itu, terkait penggabungan PTNU, kami merekomendasikan berdasarkan zonasi. Kita sadar di PTNU Jawa Tengah masih banyak PT yang berbasis agama, maka kalau bisa bergabung  atau ditambahkan dengan PT yang bukan agama (umum),” tandasnya.  

Sosialisasi LAMDIK pertama disampaikan oleh Dr. Haryadi, yang menyampaikan terkait kebijakan terbaru tentang LAMDIK, termasuk peraturan terbaru dari PP Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan. “Saat ini dalam PP No. 4 tahun 2022 tersebut sudah diwajibkan semua PT yang akan akreditasi harus ke LAMDIK. Namun belum dijelaskan di sana LAMDIK yang mana, kalau LAMDIK Kesehatan, Teknik itu ada, tetapi apakah ke depan aka nada LAMDIK Keagamaan, Sosial dan yang semacamnya, kita tunggu saja,” terangnya.

Sementara Dr. Dyah menyampaikan terkait pendalaman LAMDIK dari sisi penyusunan dan pelaksanannya. Menurutnya secara umum LAMDIK lebih meringankan akreditasi PT di bandingkan instrumen sebelumnya. “Isi dari LED LAMDIK ini berbentuk esai naratif dan tabel-tabel pendukung. Tidak lebih dari 5000 kata atau sekitar 10 hlm saja, karena gabungan antara LED dengan LKPS walaupun secara formal di sini tidak ada lagi LKPS tetapi exel, ” ungkapnya. “LAMDIK ini juga tidak lagi memberlakukan syarat perlu seperti waktu di BAN-PT lalu, karena dirasa memberatkan, tetapi jika PT mau memakai syarat perlu itu juga boleh-boleh saja, malah bagus,” tandasnya. (Humas dan Publikasi)

Upaya Bangun Budaya Mutu, LPM STAINU Ikuti Pelatihan Auditor

Sebanyak 45 orang termasuk LPM STAINU Purworejo mengikuti Pelatihan Auditor Mutu Internal secara daring melalui Zoom Meeting, Minggu-Selasa (7-9/2/2021). Pelatihan yang diselenggarakan atas kerjasama Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri dan Forum Penjaminan Mutu PTKIN itu menghadirkan tujuh pembicara.

Ketujuh pembicara itu adalah Sekretaris LPM UIN Surabaya, Dr. Asep Saepul Hamdani, M.Pd; Staf Ahli/Profesional LPM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rosihan Aslihuddin, M.A.B., C.R.A, C.R.P; Wakil Direktur Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Fajri Ismail, MPd.I; Sekretaris LPM UIN Malang, Dr. Helmi Syaifuddin; Sekretaris LPM UIN Pekalongan, Yusuf Nalim, M.Pd; Sekretaris LPM UIN Raden Fatah Palembang, Indrawati, MPd; Ketua SPI IAIN Surakarta, Dr.Muh. Nashirudin.

Peserta pelatihan selama kurang lebih dua hari mendapatkan banyak materi di antaranya SPMI dalam Instrumen Akreditasi 9 Kriteria, Menyusun Dokumen SPMI: Kebijakan SPMI (Teori dan Praktik), Menyusun Dokumen SPMI: Manual SPMI, Praktik Menyusun Manual SPMI, Menyusun Dokumen SPMI: Standar Melampaui SPMI, Praktik Menyusun Standar Melampaui SPMI, Teori Audit Mutu Internal, Perencanaan Audit Mutu internal, Penyusunan Panduan Audit dan Teori Pelaksanaan Audit Mutu Internal serta Praktik Menyusun Laporan Audit, Menyusun Kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen.

Selain teori, peserta melakukan praktik Pembukaan Audit, wawancara, kerja mandiri dan penutupan audit. Para peserta mendapatkan pendampingan yang maksimal dari tentor. Pelatihan yang dipandu host Ketua STAIMAS Press, Rochmawati Sholikhah S, MPd itu berjalan penuh dengan suasana kebersamaan. Peserta pelatihan memainkan peran secara bergantian baik sebagai auditor maupun sebagai audite. 

Ketua Forum Penjaminan Mutu PTKIN Dr. Helmi Syaifuddin menyatakan perlunya membangun budaya mutu di perguruan tinggi. Helmi menuturkan selama tiga hari peserta mengikuti pelatihan yang berat.

 “Memang benar pelatihani ini berat karena pelatihan ini menuntut tiga elemen yaitu pengetahuan, skill dan seni. Skill di sini seperti teknik wawancara, menelusuri dan menemukan temuan. Seni di sini ada magic if, keajaiban jika. Jika menelusuri dokumen, kalau saya menjadi pekerja di sini, kalau mau menelusuri bukti seperti berempati itu seninya, ada imajinasi, berempati, seolah-olah menjadi objek, asyiknya tuntutan seni di situ,” ujar Helmi.

Sekretaris LPM UIN Malang itu berharap agar apa yang diperoleh pada pelatihan itu benar-benar dipraktikkan. Helmi menyatakan apa yang diperoleh dari pelatihan ini akan terbang dan sia-sia jika tidak dipraktikkan.

“Silakan membuat jadwal untuk audit. Kalau dipraktikkan tidak akan lupa. Karena itu praktikkan di tempat masing-masing. Dengan mempraktikkan AMI. Penjaminan mutu tidak akan bisa dinarasikan jika tidak punya praktik baik,” ujar Helmi.

Ia meminta kepada semua peserta untuk tidak memutus tali silaturahim, baik di grup maupun lewat japri.

Kasi Bina Prodi Diktis Kemenag, Zidal Huda MH, menyampaikan Direktorat Pendidikan sangat support adanya inisiatif pelatihan auditor. “Kegiatan itu bertujuan untuk menjadikan Perguruan Tinggi Agama Islam semakin progress. Apapun apa yangg kita peroleh hendaknya bisa dimplementasikan di dalam pendidikan tinggi agama masing-masing. Hendaknya mempunyai semacam mindset membangun mutu bukan sesuatu yng instan yang harus dilaksanakan dengan kesadaran penuh, terus menerus, kontinyu, mutu adalah sesuatu yang habit,” ucap Zidal.

Salah satu penanggung jawab pelatihan, Dr Fajri Ismail, MPd. I, menuturkan peminat pelatihan auditor ternyata banyak. Fajri mengatakan setelah pelatihan auditor akan dilanjutkan pada gelombang kedua.

 “Semoga acara pelatihan auditor ini bermanfaat bagi pengembangan mutu di kampus Bapak dan Ibu peserta pelatihan,” ujar Fajri.

Salah satu peserta, Isman Pepadri, menyampaikan terima kasihnya kepada inisiator dan tentor yang mendampingi peserta selama pelatihan.

“Harapan kami melalui audit ini bisa meningkatkan mutu, bisa audit sendiri dan bisa meningkatkan akreditasi,” imbuh Isman. (Humas dan Publikasi)

Komitmen Tingkatkan Mutu, STAINU Purworejo Sukses Gelar Rapat Tinjauan Manajemen

Kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen STAINU Purworejo 2021

LPM STAINU Purworejo – Menindaklanjuti Audit Mutu Internal yang telah diselenggarakan pada 26 Oktober 2021, maka Ketua bersama Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STAINU Purworejo menyelenggarakan kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) tingkat Institusi pada Senin (22/11/2021).

Rapat Tinjauan Manajemen pada tahun 2021 ini mengangkat tema ” “Bersama Mewujudkan Komitmen Pengendalian dan Peningkatan Mutu menuju PTNU Unggul di Jawa Tengah pada tahun 2025”.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk memaparkan hasil monev dan temuan audit yang dilakukan auditor kepada auditee. Acara RTM ini dilaksanakan di Ruang Rapat STAINU Purworejo yang dihadiri oleh Pimpinan STAINU Purworejo mulai dari Ketua, Wakil Ketua 1, 2 dan 3, Ketua dan Sekretaris LPM, LP3M, Prodi, BAUK, BAAK dan UPT.

RTM pada dasarnya merupakan pertemuan yang dilakukan oleh manajemen secara periodik untuk meninjau kinerja sistem manajemen mutu dan kinerja pelayanan institusi untuk memastikan kelanjutan, kesesuaian, kecukupan dan efektivitas sistem manajemen mutu dan menajemen pelayanan. Tujuan utama RTM adalah membahas tindak lanjut temuan audit. RTM dipimpin langsung oleh pimpinan dan dihadiri oleh seluruh jajaran struktural. Idealnya, RTM dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari jenjang paling rendah (prodi), dilanjutkan di institusi. Maksud berjenjang adalah jika tindak lanjut temuan yang belum dapat diselesaikan di prodi maka dapat dibawa ke RTM tingkat insitusi. Luaran yang diharapkan dari RTM adalah berupa kebijakan untuk peningkatan efektivitas sistem penjaminan mutu dan prosesnya.

Ketua Panitia RTM Abdul Aziz, S.Ag., M.Pd. menyampaikan terimakasih atas partisipasi pimpinan dan seluruh jajaran unit kerja STAINU Purworejo dalam rangka kehadiran di kegiatan RTM.

“RTM (Management Review Meeting) pada hakikatnya merupakan salah satu kegiatan wajib yang mesti dilakukan suatu institusi/perguruan tinggi yang sudah atau baru mulai menerapkan (melaksanakan) Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Sehingga melalui pertemuan ini kita sangat berharap dapat merevolusi institusi kita menuju institusi yang benar-benar bermutu dalam hal kualitas dan kuantitas,” terangnya.

Sementara Ketua LPM STAINU Purworejo, Dhiya Ayu Tsamrotul Ihtiari, M.Pd. menyampaikan harapannya agar pelaksanaan AMI yang telah dilaksanakan dapat menjadi tangga emas dalam melakukan perbaikan dan peningkatan berkelanjutan. “Auditor besifat netral dan independen, sehingga tidak ada yang dapat mempengaruhi hasil penilaian auditor dan LPM hanya melakukan kompilasi atas temuan auditor. Untuk selanjutnya hasil AMI tersebut mari kita rumuskan bersama dalam Rapat Tinjauan Manajemen kali ini,” terangnya.

Selanjutnya Ketua STAINU Purworejo, Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum., dalam arahannya mengapresiasi pelaksanaan AMI yang telah dilakukan oleh LPM terhadap tiga program studi di STAINU Purworejo.

“Nah pada kegiatan RTM ini sebagai kelanjutan dari AMI, kita perlu menganalisis bersama-sama kira-kira langkah apa yang akan kita ambil dalam rangka perbaikan ke depan melalui rumusan prioritas improvement yang dipilih,” terangnya.

Acara RTM dibagi menjadi tiga komisi yakni Komisi Pelaksana Akademik (A), Komisi Penunjang Akademik (B) dan Komisi Pengambil Kebijakan (C). Masing-masing komisi telah memaparkan evaluasi diri dan rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan dalam rangka perbaikan dan peningkatan capaian sesuai instrumen akreditasi 9 kriteria.

Acara dilanjutkan pemaparan hasil rekomendasi hasil Rapat Tinjauan Manajemen terkait masalah-masalah operasional dalam penerapan sistem manajemen mutu. Kemudian pembahasan mengenai rencana perbaikan atau perubahan yang perlu dilakukan pada sistem manajemen mutu dan layanan agar dilakukan perbaikan dan peningkatan ke depan. Dokumen RTM klik di sini. (Humas dan Publikasi)

STAINU Purworejo Kembali Gelar Audit Mutu Internal

Suasana Kegiatan Audit Mutu Internal 2021

LPM STAINU Purworejo – Tim Audit Mutu Internal Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo telah melakukan Audit lapangan ke tiga program studi STAINU Purworejo, di antaranya Prodi PAI, PGMI dan PIAUD pada Selasa (26/10/2021). Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua 1 Bidang Akademik, Ketua dan Sekretaris ketiga program studi serta bagian Tata Usaha. Audit lapangan dilakukan dalam rangka mengevaluasi ketercapaian standar mutu yang sudah ditetapkan di STAINU Purworejo.

Adapun tim auditor terdiri dari Dhiya Ayu Tsamrotul Ihtiari, M.Pd. dan Abdul Aziz, S.Ag., M.Pd.

Acara ini dimulai pukul 09.30 WIB dan dibuka langsung oleh Ketua STAINU Purworejo Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum. dan didampingi oleh Dr. H. M. Djamal, M.Pd. selaku Wakil Ketua 1 Bidang Akademik.

Dalam sambutannya, Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum. menyampaikan bahwa kegiatan AMI ini bukan mencari-cari kesalahan tetapi sebagai sarana perbaikan mutu pada seluruh program studi di STAINU Purworejo.

“Alhamdulillah LPM sangat proaktif selalu koordinasi dengan pimpinan institusi terkait pengembangan dan peningkatan mutu, salah satunya dalam hal AMI. Kali ini yang mendapat giliran AMI yaitu ketiga prodi kita sebagai garda terdepan sekaligus gerbang dari mutu institusi. Semoga dengan AMI ini mutu lembaga prodi PAI, PGMI dan PIAUD mampu menindaklanjuti hasil evaluasi sebagai sarana perbaikan dan peningkatan mutu,” ujarnya.

“Kita percaya bahwa AMI ini bukan ajang mencari apalagi menuduh kesalahan, tetapi memberikan solusi-solusi perbaikan dan masukan untuk lembaga kita. Karena hakikatnya kegiatan ini merupakan sarana evaluasi kita,” terangnya.

Ketua juga menyambut baik kedatangan auditor dan berharap aka nada tindak lanjut setelah kegiatan AMI ini. Lebih lanjut Wakil Ketua 1 Bidang Akademik juga berharap bahwa kegiatan AMI pada ketiga prodi ini dapat memacu mereka dalam meningkatkan mutu prodi, sehingga dapat menopang dalam peningkatan mutu institusi.

“Kami berharap ketiga prodi dapat mengikuti AMI ini dengan serius, sehingga nantinya dapat ditindaklanjuti agar berimplikasi pula pada perbaikan mutu institusi,” terang Dr. H. Djamal, Waket 1 yang sekaligus Ketua Senat Institusi.

Dengan mengucapkan Bismillah, Ketua STAINU Purworejo membuka kegiatan Audit Mutu Internal.

Sambutan dari Ketua Tim Auditor, Dhiya Ayu Tsamrotul Ihtiari, M.Pd., “dalam rangka melakukan audit sesuai instrument dari LPM. Kita akan sharing bersama terkait kondisi prodi saat ini, utamanya terkait perihal mutu akademik di dalam prodi,” terangnya.

“Harapan dari terlaksanakannya AMI ini adalah agar sistem manajerial akademik di ketiga prodi STAINU Purworejo dapat berjalan sesuai prosedur sistem penjaminan mutu perguruan tinggi. Sehingga dapat meningkatkan mutu program studi,” tergasnya.

Kegiatan Audit Mutu Internal mengacu pada instrument akreditasi program studi 4.0 yaitu dengan 9 kriteria. Audit Mutu Internal ini merupakan proses pengujian yang sistematik, mandiri dan terdokumentasi dalam rangka memastikan pelaksanaan kegiatan di program studi sesuai prosedur dan hasilnya telah sesuai dengan standar untuk mencapai visi, misi dan tujuan STAINU Purworejo. (Humas dan Publikasi) Laporan dan Dokumentasi AMI klik di sini.

LPM Adakan Bendmarking Pengembangan Mutu dan Kebijakan Perguruan Tinggi

Suasana Kegiatan Bendmarking Pengembangan Mutu dan Kebijakan PT

Dalam rangka peningkatan mutu perguruan tinggi, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STAI Nahdlatul Ulama Purworejo kembali mengadakan kegiatan bertemakan penjaminanan mutu terkait kebijakan perguruan tinggi berbasis akreditasi secara daring. Dengan mengusung tema “Bendmarking Pengembangan Mutu dan Kebijakan Perguruan Tinggi serta Implementasinya dalam Iapt 3.0 dan Iaps 4.0”, kegiatan ini diikuti oleh seluruh pimpinan perguruan tinggi, kaprodi PAI, PGMI dan PIAUD, pimpinan unit kerja beserta perwakilan dosen dan tenaga kependidikan pada Jum’at (22/10/2021).

Narasumber pada kegiatan bendmarking ini adalah Dr. H. Muh. Nashirudin, S.Ag., M.A., M.Ag., Asesor BAN-PT yang juga sebagai Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) UIN Raden Mas Said Surakarta. Dalam sambutannya, Ketua LPM Dhiya Ayu Tsamrotul Ihtiari, M.Pd., mengucapkan terima kasih kepada narasumber dan Ketua STAINU Purworejo telah diberikan waktu untuk merealisasikan program kerja LPM ini yang tidak lain sebagai wujud dari salah satu belajar ke perguruan tinggi lain dalam rangka belajar mutu PT.

“Kami sangat senang dengan terealisasinya acara ini karena kami sudah mewacanakan cukup lama. Yang harus diketahui bersama ialah bahwa acara ini bukanlah ajang menyerobot tupoksi pimpinan, tetapi melainkan melalui kegiatan Bendmarking ini tidak lain untuk meningkatkan mutu serta mengetahui seperti apa dan bagaimana kebijakan perguruan tinggi jika diimplementasikan dalam Instrumen APT 3.0 dan Instrumen APS 4.0,” ungkapnya.

Ketua LPM Dhiya Ayu I, M.Pd. memberikan sambutan.

“Kegiatan ini bukanlah workshop penyusunan kebijakan PT. Karena kami sangat menyadari itu bukanlah wewenang kami di LPM, tetapi sudah ranah pimpinan institusi. Melainkan yang perlu ditegaskan sekali lagi adalah bahwa acara ini hanya lah ingin mengetahui seperti apa secara umum strategi meningkatkan akreditasi prodi dan institusi sebagai representasi dari peningkatan mutu perguruan tinggi,” tandasnya.

Selanjutnya Dhiya juga menyampaikan bahwa acara bendmarking ini juga bertujuan ingin memahami seperti apa pemetaan (mapping) dari kebijakan-kebijakan perguruan tinggi yang benar, “misalnya pemahaman tentang kebijakan tertinggi itu dokumen apa, lalu di bawahnya ada dokumen apa lagi, di bawahnya lagi ada dokumen apa, fungsinya untuk apa dan itu tugasnya siapa? dan lain sebagainya,” terangnya.

Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum, selaku Ketua STAINU Purworejo menyampaikan terimakasih dan apresiasinya kepada LPM telah menginisiasi kegiatan ini. “Kegiatan bendmarking pengembangan mutu dan kebijakan PT sangat penting dilakukan. Apalagi di tengah momen hari santri ini, kita bisa bersama nyantri dan ngaji kepada Dr. Nashirudin dalam rangka mengembangkan mutu perguruan tinggi,” ungkapnya.

Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum, Ketua STAINU Purworejo memberikan sambutan.

Bersamaan dengan hari santri nasional, Mahmud Nasir juga menyampaikan motivasi bagi Dosen PTNU, “Semoga para sivitas akademika utamanya apra dosen senantiasa diberikahan kesehatan dan semangat dalam berjuang dalam NU, berjuang selayaknya santri, semangat kita dalam mengembangkan mutu PT baik dalam pemikiran maupun tindakan,” ucapnya.

Dalam acara bendmarking ini juga didiskusikan terkait wacana MoU antara STAINU Purworejo dengan UIN Surakarta. “Dalam kerjasama nanti tidak hanya ada wujud MoU formal, tetapi juga tindakan nyata yang kita laksanakan,” terang Ketua STAINU.

Banyak sekali materi dan ilmu baru yang ada dalam kegiatan bendmarking yang disampaikan oleh Dr. H. Muh. Nashirudin, S.Ag., M.A., M.Ag, mulai dari penyampaian tentang pentingnya penguatan mutu PT, seperti yang dilakukan oleh IAIN Surakarta sejak awal hingga kini menjadi UIN, sampai dengan pentingnya merumuskan atau mempersiapkan program-program kerja kampus yang diorientasikan kepada kebutuhan akreditasi.

Dr. Nashirudin mengungkapkan bahwa untuk menjamin mutu PT tidaklah instan. “Penjaminan mutu butuh waktu yang lama dan tim yang solid. Di sini LPM juga harus bekerjasama dengan pimpinan, prodi, LP2M dan lainnya. Intinya harus saling bersinergi satu sama lain,” ungkap Doktor yang pernah menjabat sebagai Ketua LPM IAIN Surakarta ini.

Dr. H. Muh. Nashirudin, S.Ag., M.A., M.Ag., memberikan materi.

“Jika kampus ingin bermutu, maka harus diplanning sejak diawal, seperti melakukan bendmarking dengan perguruan tinggi lain yang unggul, proker harus berbasis akreditasi, dan pimpinan harus paham apa itu LKPS dan LED,” terangnya.

Sementara dalam hal kebijakan perguruan tinggi, yang harus ada dan dipersiapkan secara matang menurut Dr. Nashirudin antara lain Statuta, Lembaga (Ortaker), Dokumen dan Efektivitas Dokumen berjalan, berjalannya Siklus PPEPP, Laporan Monev, Laporan AMI, Menyusun Kondisi Eksternal 3 tahun terakhir dan melakukan persiapan APS/APT sedari dini,” jelasnya.

“Dalam persiapan APS harus dimulai dari LKPS, baru ke LED dengan cara merujuk apda RIP, Renstra, Renop, Dokumen SPMI, Dokumen Kurikulum, Laporan Kegiatan Review Kurikulum dan dokumen lainnya. STAINU juga mulai sekarang harus meningkatkan rekognisi dosen dan mahasiswa agar memiliki nilai yang tinggi dalam akreditasi. Kurikulum juga harus memiliki kekhasan di banding PTNU lainnya,” tegasnya.

Acara bendmarking ini dilaksankan secara santai namun serius, dan diselingi dengan diskusi dengan narasumber. Kemudian ditutup dengan do’a oleh M. Nurul Huda, M.A. (Humas dan Publikasi).

Dokumentasi Kegiatan Youtube: https://youtu.be/1ZQSkABL6DY

Sosialisasi SNPT, STAINU Gandeng PCNU Purworejo

Sivitas Akademika STAINU Purworejo mengikuti Sosialisasi SNPT

LPM STAINU Purworejo – STAINU Purworejo menyelenggarakan sosialisasi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) kepada dosen dan tenaga kependidikan, pada Senin (13/09/2021). Kegiatan ini dihadiri oleh PCNU Purworejo, BPP STAINU Purworejo, Pimpinan STAINU Purworejo, para dosen dan tenaga kependidikan.

Ketua STAINU memberikan Sambutan dan Sosialisasi SNPT

Ketua STAINU Purworejo, Mahmud Nasir, dalam sambutannya mengatakan bahwa STAINU Purworejo akan berupaya untuk selalu konsisten meningkatkan mutu institusi, mulai dari pengelolaan maupun pelaksanaan tridharma. “Kita harus memiliki visi yang jelas sebagai arah kita dalam melangkah ke depan. Kita juga selalu merespon berbagai kebijakan dan perubahan-perubahan regulasi yang ada terkait akreditasi, agar mampu menyesuaikan. Yang jelas pengelolaan kita sudah berbasis mutu,” ungkapnya.

Ketua PCNU Purworejo, KH. Farid Solihin, M.M.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada STAINU karena selalu melakukan koordinasi dengan PCNU. Namun ada PR yang masih menjadi kendala untuk pengembangan STAINU ke depan, salah satunya terkait keadaan STAINU di mata masyarakat.

“Jam’iyyah (NU) sudah banyak yang tahu tentang STAINU. Namun jama’ah (warga NU) kita masih banyak yang belum tahu tentang STAINU. Makanya kita harus membumikan mensosialisasikan STAINU kepada semuanya, sehingga STAINU bisa diketahui semuanya,” ungkapnya.

“Di sisi lain dalam institusi ini, dosen dan tendik STAINU juga harus selalu menjaga dan melestarikan ideologi NU,” lanjutnya.

Ada problem yang menurutnya mengapa STAINU kurang dikenal masyarakat, misalnya karena tidak terdapat prodi umum sebagaimana yang diharapkan mereka atau mungkin terkait kualitas pengelolaan PT. Maka ke depan, STAINU harus menata lebih baik agar menyesuaikan ke depan dengan Standar Nasional PT yang ada, tegasnya.

(dari kiri) Ketua STAINU, Ketua Tanfidziyah PCNU, Ketua Dewan Penyantun, Ketua BPP STAINU

“Administrasi ditata, action juga dimaksimalkan, pelayanan ditingkatkan, sarpras dicukupi, media dan IT dikembangkan, agar berkualitas,” katanya.

“Intinya kami bangga jika STAINU nanti sedikit demi sedikit ada penataan, pengembangan, baik dzahir maupun batin, semuanya ditingkatkan,” tandasnya.

Sementara Ketua Dewan Penyantun BPP STAINU, KH. Ahmad Hamid AK, mengatakan dalam sambutannya, “Dosen itu menjadi tonggak utama dalam proses pendidikan di PT, oleh karena itu dosen harus bisa IT karena di era saat ini banyak sekali hal-hal yang berkaitan dengan IT,” ungkapnya.

Ketua BPP STAINU Purworejo, Suhaemi, S.Ag., M.M. menyampaikan, “Bagaimana kita bersama-sama memikirkan STAINU ke depan agar semakin eksis. Kita juga harus berterima kasih kepada para pendiri STAINU, yaitu PTII dengan cara menghargai para pendiri, senior dan lainnya,” ungkapnya. (Humas dan Publikasi)