LPM STAINU Ikuti Sosialisasi LAMDIK Bersama LPTNU Jawa Tengah

LPM STAINU Purworejo – Dalam rangka penguatan mutu perguruan tinggi sekaligus dengan adanya pembaruan lembaga akreditasi perguruan tinggi dari BAN-PT ke Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) sejak Januari 2022 ini, maka Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Tengah menginisiasi penyelenggaraan sosialiasi LAMDIK yang diikuti oleh Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Jawa Tengah pada Kamis (20/01/2022). Dalam hal ini Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STAI Nahdlatul Ulama Purworejo juga turut mengikuti kegiatan sosialisasi LAMDIK untuk memahami lebih dalam terkait kebijakan dan teknis pelaksanaan akreditasi melalui LAMDIK.

Hadir dalam acara ini Ketua LPTNU Jawa Tengah, Prof. Dr. KH. Mudzakir Ali, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, Drs. KH. M. Muzzamil, Rektor dan Ketua, beserta Pimpinan LPM sekaligus Kaprodi PTNU Jawa Tengah. Acara sosialisasi LAMDIK kali ini mendatangkan Dr. Haryadi, M.Sc. (Asesor BAN-PT dan Rektor ITS NU Pekalongan) dan Dr. Dyah Werdiningsih, M.Pd. (Asesor BAN-PT dari UNISMA Malang).

Dalam sambutannya, Prof. Mudzakir Ali menyampaikan terkait beberapa program kerja LPTNU Jawa Tengah pada tahun 2022, termasuk di antara program prioritasnya yaitu sosialisasi LAMDIK, Penguatan Aswaja di PT dan Penggabungan PT yang mahasiswanya di bawah 1000. “Sosialisasi LAMDIK ini penting dilakukan guna meningkatkan pemahaman kita dari PTNU terkait aturan baru tentang akreditasi, sehingga harapannya nanti PTNU di Jawa Tengah mampu mendapatkan predikat akreditasi yang Unggul (A) atau minimal Baik Sekali (B),” terang Ketua LPTNU Jateng ini.

Peserta Sosialisasi LAMDIK LPTNU Jateng

“Terkait biaya akreditasi untuk LAM ini kami akan mengupayakan agar disubsidi juga oleh pemerintah, agar tidak dipikul sendiri oleh prodi, yang prodi itu sendiri mungkin masih lemah,” ungkapnya.

Lebih lanjut Prof. Mudzakir juga menyampaikan pentingnya memperhatikan aturan menteri terkait penggabungan perguruan tinggi yang mahasiswanya kurang dari 1000. Pada Februari 2022 ini kita akan melakukan koordinasi (musyawarah) dengan pimpinan PTNU Jawa Tengah yang salah satunya membahas perihal ini. “Apakah PT digabung menjadi satu atau ada otonomi sendiri-sendiri. Bahkan dalam pengamatan kami di Jawa Tengah ada sekitar 250 PTS, ini akan dijadikan menjadi hanya 150 PTS saja. Maka ini perhatian untuk kita, yang mahasiswanya di bawah 1000 agar lebih memperhatikan hal ini agar bisa memiliki keuntungan dan kemanfaatan bersama,” tegasnya.

Sementara KH. M. Muzzamil dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap LPTNU Jawa Tengah yang telah berhasil menginisiasi pengadaan sosialisasi LAMDIK ini. “Semoga dengan acara ini PTNU semakin maju dalam hal akademik dan non akademik, utamanya dalam hal peningkatan mutu akreditasi,” terangnya.

“Ketua PBNU saat ini punya komitmen pengembangan Perguruan Tinggi NU, jadi kita dari internal PTNU harus tetap selalu fokus melakukan peningkatan mutu dan penguatan Aswaja. Selain itu, terkait penggabungan PTNU, kami merekomendasikan berdasarkan zonasi. Kita sadar di PTNU Jawa Tengah masih banyak PT yang berbasis agama, maka kalau bisa bergabung  atau ditambahkan dengan PT yang bukan agama (umum),” tandasnya.  

Sosialisasi LAMDIK pertama disampaikan oleh Dr. Haryadi, yang menyampaikan terkait kebijakan terbaru tentang LAMDIK, termasuk peraturan terbaru dari PP Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan. “Saat ini dalam PP No. 4 tahun 2022 tersebut sudah diwajibkan semua PT yang akan akreditasi harus ke LAMDIK. Namun belum dijelaskan di sana LAMDIK yang mana, kalau LAMDIK Kesehatan, Teknik itu ada, tetapi apakah ke depan aka nada LAMDIK Keagamaan, Sosial dan yang semacamnya, kita tunggu saja,” terangnya.

Sementara Dr. Dyah menyampaikan terkait pendalaman LAMDIK dari sisi penyusunan dan pelaksanannya. Menurutnya secara umum LAMDIK lebih meringankan akreditasi PT di bandingkan instrumen sebelumnya. “Isi dari LED LAMDIK ini berbentuk esai naratif dan tabel-tabel pendukung. Tidak lebih dari 5000 kata atau sekitar 10 hlm saja, karena gabungan antara LED dengan LKPS walaupun secara formal di sini tidak ada lagi LKPS tetapi exel, ” ungkapnya. “LAMDIK ini juga tidak lagi memberlakukan syarat perlu seperti waktu di BAN-PT lalu, karena dirasa memberatkan, tetapi jika PT mau memakai syarat perlu itu juga boleh-boleh saja, malah bagus,” tandasnya. (Humas dan Publikasi)

Upaya Bangun Budaya Mutu, LPM STAINU Ikuti Pelatihan Auditor

Sebanyak 45 orang termasuk LPM STAINU Purworejo mengikuti Pelatihan Auditor Mutu Internal secara daring melalui Zoom Meeting, Minggu-Selasa (7-9/2/2021). Pelatihan yang diselenggarakan atas kerjasama Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri dan Forum Penjaminan Mutu PTKIN itu menghadirkan tujuh pembicara.

Ketujuh pembicara itu adalah Sekretaris LPM UIN Surabaya, Dr. Asep Saepul Hamdani, M.Pd; Staf Ahli/Profesional LPM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rosihan Aslihuddin, M.A.B., C.R.A, C.R.P; Wakil Direktur Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Fajri Ismail, MPd.I; Sekretaris LPM UIN Malang, Dr. Helmi Syaifuddin; Sekretaris LPM UIN Pekalongan, Yusuf Nalim, M.Pd; Sekretaris LPM UIN Raden Fatah Palembang, Indrawati, MPd; Ketua SPI IAIN Surakarta, Dr.Muh. Nashirudin.

Peserta pelatihan selama kurang lebih dua hari mendapatkan banyak materi di antaranya SPMI dalam Instrumen Akreditasi 9 Kriteria, Menyusun Dokumen SPMI: Kebijakan SPMI (Teori dan Praktik), Menyusun Dokumen SPMI: Manual SPMI, Praktik Menyusun Manual SPMI, Menyusun Dokumen SPMI: Standar Melampaui SPMI, Praktik Menyusun Standar Melampaui SPMI, Teori Audit Mutu Internal, Perencanaan Audit Mutu internal, Penyusunan Panduan Audit dan Teori Pelaksanaan Audit Mutu Internal serta Praktik Menyusun Laporan Audit, Menyusun Kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen.

Selain teori, peserta melakukan praktik Pembukaan Audit, wawancara, kerja mandiri dan penutupan audit. Para peserta mendapatkan pendampingan yang maksimal dari tentor. Pelatihan yang dipandu host Ketua STAIMAS Press, Rochmawati Sholikhah S, MPd itu berjalan penuh dengan suasana kebersamaan. Peserta pelatihan memainkan peran secara bergantian baik sebagai auditor maupun sebagai audite. 

Ketua Forum Penjaminan Mutu PTKIN Dr. Helmi Syaifuddin menyatakan perlunya membangun budaya mutu di perguruan tinggi. Helmi menuturkan selama tiga hari peserta mengikuti pelatihan yang berat.

 “Memang benar pelatihani ini berat karena pelatihan ini menuntut tiga elemen yaitu pengetahuan, skill dan seni. Skill di sini seperti teknik wawancara, menelusuri dan menemukan temuan. Seni di sini ada magic if, keajaiban jika. Jika menelusuri dokumen, kalau saya menjadi pekerja di sini, kalau mau menelusuri bukti seperti berempati itu seninya, ada imajinasi, berempati, seolah-olah menjadi objek, asyiknya tuntutan seni di situ,” ujar Helmi.

Sekretaris LPM UIN Malang itu berharap agar apa yang diperoleh pada pelatihan itu benar-benar dipraktikkan. Helmi menyatakan apa yang diperoleh dari pelatihan ini akan terbang dan sia-sia jika tidak dipraktikkan.

“Silakan membuat jadwal untuk audit. Kalau dipraktikkan tidak akan lupa. Karena itu praktikkan di tempat masing-masing. Dengan mempraktikkan AMI. Penjaminan mutu tidak akan bisa dinarasikan jika tidak punya praktik baik,” ujar Helmi.

Ia meminta kepada semua peserta untuk tidak memutus tali silaturahim, baik di grup maupun lewat japri.

Kasi Bina Prodi Diktis Kemenag, Zidal Huda MH, menyampaikan Direktorat Pendidikan sangat support adanya inisiatif pelatihan auditor. “Kegiatan itu bertujuan untuk menjadikan Perguruan Tinggi Agama Islam semakin progress. Apapun apa yangg kita peroleh hendaknya bisa dimplementasikan di dalam pendidikan tinggi agama masing-masing. Hendaknya mempunyai semacam mindset membangun mutu bukan sesuatu yng instan yang harus dilaksanakan dengan kesadaran penuh, terus menerus, kontinyu, mutu adalah sesuatu yang habit,” ucap Zidal.

Salah satu penanggung jawab pelatihan, Dr Fajri Ismail, MPd. I, menuturkan peminat pelatihan auditor ternyata banyak. Fajri mengatakan setelah pelatihan auditor akan dilanjutkan pada gelombang kedua.

 “Semoga acara pelatihan auditor ini bermanfaat bagi pengembangan mutu di kampus Bapak dan Ibu peserta pelatihan,” ujar Fajri.

Salah satu peserta, Isman Pepadri, menyampaikan terima kasihnya kepada inisiator dan tentor yang mendampingi peserta selama pelatihan.

“Harapan kami melalui audit ini bisa meningkatkan mutu, bisa audit sendiri dan bisa meningkatkan akreditasi,” imbuh Isman. (Humas dan Publikasi)

Komitmen Tingkatkan Mutu, STAINU Purworejo Sukses Gelar Rapat Tinjauan Manajemen

Kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen STAINU Purworejo 2021

LPM STAINU Purworejo – Menindaklanjuti Audit Mutu Internal yang telah diselenggarakan pada 26 Oktober 2021, maka Ketua bersama Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STAINU Purworejo menyelenggarakan kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) tingkat Institusi pada Senin (22/11/2021).

Rapat Tinjauan Manajemen pada tahun 2021 ini mengangkat tema ” “Bersama Mewujudkan Komitmen Pengendalian dan Peningkatan Mutu menuju PTNU Unggul di Jawa Tengah pada tahun 2025”.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk memaparkan hasil monev dan temuan audit yang dilakukan auditor kepada auditee. Acara RTM ini dilaksanakan di Ruang Rapat STAINU Purworejo yang dihadiri oleh Pimpinan STAINU Purworejo mulai dari Ketua, Wakil Ketua 1, 2 dan 3, Ketua dan Sekretaris LPM, LP3M, Prodi, BAUK, BAAK dan UPT.

RTM pada dasarnya merupakan pertemuan yang dilakukan oleh manajemen secara periodik untuk meninjau kinerja sistem manajemen mutu dan kinerja pelayanan institusi untuk memastikan kelanjutan, kesesuaian, kecukupan dan efektivitas sistem manajemen mutu dan menajemen pelayanan. Tujuan utama RTM adalah membahas tindak lanjut temuan audit. RTM dipimpin langsung oleh pimpinan dan dihadiri oleh seluruh jajaran struktural. Idealnya, RTM dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari jenjang paling rendah (prodi), dilanjutkan di institusi. Maksud berjenjang adalah jika tindak lanjut temuan yang belum dapat diselesaikan di prodi maka dapat dibawa ke RTM tingkat insitusi. Luaran yang diharapkan dari RTM adalah berupa kebijakan untuk peningkatan efektivitas sistem penjaminan mutu dan prosesnya.

Ketua Panitia RTM Abdul Aziz, S.Ag., M.Pd. menyampaikan terimakasih atas partisipasi pimpinan dan seluruh jajaran unit kerja STAINU Purworejo dalam rangka kehadiran di kegiatan RTM.

“RTM (Management Review Meeting) pada hakikatnya merupakan salah satu kegiatan wajib yang mesti dilakukan suatu institusi/perguruan tinggi yang sudah atau baru mulai menerapkan (melaksanakan) Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Sehingga melalui pertemuan ini kita sangat berharap dapat merevolusi institusi kita menuju institusi yang benar-benar bermutu dalam hal kualitas dan kuantitas,” terangnya.

Sementara Ketua LPM STAINU Purworejo, Dhiya Ayu Tsamrotul Ihtiari, M.Pd. menyampaikan harapannya agar pelaksanaan AMI yang telah dilaksanakan dapat menjadi tangga emas dalam melakukan perbaikan dan peningkatan berkelanjutan. “Auditor besifat netral dan independen, sehingga tidak ada yang dapat mempengaruhi hasil penilaian auditor dan LPM hanya melakukan kompilasi atas temuan auditor. Untuk selanjutnya hasil AMI tersebut mari kita rumuskan bersama dalam Rapat Tinjauan Manajemen kali ini,” terangnya.

Selanjutnya Ketua STAINU Purworejo, Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum., dalam arahannya mengapresiasi pelaksanaan AMI yang telah dilakukan oleh LPM terhadap tiga program studi di STAINU Purworejo.

“Nah pada kegiatan RTM ini sebagai kelanjutan dari AMI, kita perlu menganalisis bersama-sama kira-kira langkah apa yang akan kita ambil dalam rangka perbaikan ke depan melalui rumusan prioritas improvement yang dipilih,” terangnya.

Acara RTM dibagi menjadi tiga komisi yakni Komisi Pelaksana Akademik (A), Komisi Penunjang Akademik (B) dan Komisi Pengambil Kebijakan (C). Masing-masing komisi telah memaparkan evaluasi diri dan rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan dalam rangka perbaikan dan peningkatan capaian sesuai instrumen akreditasi 9 kriteria.

Acara dilanjutkan pemaparan hasil rekomendasi hasil Rapat Tinjauan Manajemen terkait masalah-masalah operasional dalam penerapan sistem manajemen mutu. Kemudian pembahasan mengenai rencana perbaikan atau perubahan yang perlu dilakukan pada sistem manajemen mutu dan layanan agar dilakukan perbaikan dan peningkatan ke depan. Dokumen RTM klik di sini. (Humas dan Publikasi)

STAINU Purworejo Kembali Gelar Audit Mutu Internal

Suasana Kegiatan Audit Mutu Internal 2021

LPM STAINU Purworejo – Tim Audit Mutu Internal Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo telah melakukan Audit lapangan ke tiga program studi STAINU Purworejo, di antaranya Prodi PAI, PGMI dan PIAUD pada Selasa (26/10/2021). Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua 1 Bidang Akademik, Ketua dan Sekretaris ketiga program studi serta bagian Tata Usaha. Audit lapangan dilakukan dalam rangka mengevaluasi ketercapaian standar mutu yang sudah ditetapkan di STAINU Purworejo.

Adapun tim auditor terdiri dari Dhiya Ayu Tsamrotul Ihtiari, M.Pd. dan Abdul Aziz, S.Ag., M.Pd.

Acara ini dimulai pukul 09.30 WIB dan dibuka langsung oleh Ketua STAINU Purworejo Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum. dan didampingi oleh Dr. H. M. Djamal, M.Pd. selaku Wakil Ketua 1 Bidang Akademik.

Dalam sambutannya, Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum. menyampaikan bahwa kegiatan AMI ini bukan mencari-cari kesalahan tetapi sebagai sarana perbaikan mutu pada seluruh program studi di STAINU Purworejo.

“Alhamdulillah LPM sangat proaktif selalu koordinasi dengan pimpinan institusi terkait pengembangan dan peningkatan mutu, salah satunya dalam hal AMI. Kali ini yang mendapat giliran AMI yaitu ketiga prodi kita sebagai garda terdepan sekaligus gerbang dari mutu institusi. Semoga dengan AMI ini mutu lembaga prodi PAI, PGMI dan PIAUD mampu menindaklanjuti hasil evaluasi sebagai sarana perbaikan dan peningkatan mutu,” ujarnya.

“Kita percaya bahwa AMI ini bukan ajang mencari apalagi menuduh kesalahan, tetapi memberikan solusi-solusi perbaikan dan masukan untuk lembaga kita. Karena hakikatnya kegiatan ini merupakan sarana evaluasi kita,” terangnya.

Ketua juga menyambut baik kedatangan auditor dan berharap aka nada tindak lanjut setelah kegiatan AMI ini. Lebih lanjut Wakil Ketua 1 Bidang Akademik juga berharap bahwa kegiatan AMI pada ketiga prodi ini dapat memacu mereka dalam meningkatkan mutu prodi, sehingga dapat menopang dalam peningkatan mutu institusi.

“Kami berharap ketiga prodi dapat mengikuti AMI ini dengan serius, sehingga nantinya dapat ditindaklanjuti agar berimplikasi pula pada perbaikan mutu institusi,” terang Dr. H. Djamal, Waket 1 yang sekaligus Ketua Senat Institusi.

Dengan mengucapkan Bismillah, Ketua STAINU Purworejo membuka kegiatan Audit Mutu Internal.

Sambutan dari Ketua Tim Auditor, Dhiya Ayu Tsamrotul Ihtiari, M.Pd., “dalam rangka melakukan audit sesuai instrument dari LPM. Kita akan sharing bersama terkait kondisi prodi saat ini, utamanya terkait perihal mutu akademik di dalam prodi,” terangnya.

“Harapan dari terlaksanakannya AMI ini adalah agar sistem manajerial akademik di ketiga prodi STAINU Purworejo dapat berjalan sesuai prosedur sistem penjaminan mutu perguruan tinggi. Sehingga dapat meningkatkan mutu program studi,” tergasnya.

Kegiatan Audit Mutu Internal mengacu pada instrument akreditasi program studi 4.0 yaitu dengan 9 kriteria. Audit Mutu Internal ini merupakan proses pengujian yang sistematik, mandiri dan terdokumentasi dalam rangka memastikan pelaksanaan kegiatan di program studi sesuai prosedur dan hasilnya telah sesuai dengan standar untuk mencapai visi, misi dan tujuan STAINU Purworejo. (Humas dan Publikasi) Laporan dan Dokumentasi AMI klik di sini.

LPM Adakan Bendmarking Pengembangan Mutu dan Kebijakan Perguruan Tinggi

Suasana Kegiatan Bendmarking Pengembangan Mutu dan Kebijakan PT

Dalam rangka peningkatan mutu perguruan tinggi, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STAI Nahdlatul Ulama Purworejo kembali mengadakan kegiatan bertemakan penjaminanan mutu terkait kebijakan perguruan tinggi berbasis akreditasi secara daring. Dengan mengusung tema “Bendmarking Pengembangan Mutu dan Kebijakan Perguruan Tinggi serta Implementasinya dalam Iapt 3.0 dan Iaps 4.0”, kegiatan ini diikuti oleh seluruh pimpinan perguruan tinggi, kaprodi PAI, PGMI dan PIAUD, pimpinan unit kerja beserta perwakilan dosen dan tenaga kependidikan pada Jum’at (22/10/2021).

Narasumber pada kegiatan bendmarking ini adalah Dr. H. Muh. Nashirudin, S.Ag., M.A., M.Ag., Asesor BAN-PT yang juga sebagai Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) UIN Raden Mas Said Surakarta. Dalam sambutannya, Ketua LPM Dhiya Ayu Tsamrotul Ihtiari, M.Pd., mengucapkan terima kasih kepada narasumber dan Ketua STAINU Purworejo telah diberikan waktu untuk merealisasikan program kerja LPM ini yang tidak lain sebagai wujud dari salah satu belajar ke perguruan tinggi lain dalam rangka belajar mutu PT.

“Kami sangat senang dengan terealisasinya acara ini karena kami sudah mewacanakan cukup lama. Yang harus diketahui bersama ialah bahwa acara ini bukanlah ajang menyerobot tupoksi pimpinan, tetapi melainkan melalui kegiatan Bendmarking ini tidak lain untuk meningkatkan mutu serta mengetahui seperti apa dan bagaimana kebijakan perguruan tinggi jika diimplementasikan dalam Instrumen APT 3.0 dan Instrumen APS 4.0,” ungkapnya.

Ketua LPM Dhiya Ayu I, M.Pd. memberikan sambutan.

“Kegiatan ini bukanlah workshop penyusunan kebijakan PT. Karena kami sangat menyadari itu bukanlah wewenang kami di LPM, tetapi sudah ranah pimpinan institusi. Melainkan yang perlu ditegaskan sekali lagi adalah bahwa acara ini hanya lah ingin mengetahui seperti apa secara umum strategi meningkatkan akreditasi prodi dan institusi sebagai representasi dari peningkatan mutu perguruan tinggi,” tandasnya.

Selanjutnya Dhiya juga menyampaikan bahwa acara bendmarking ini juga bertujuan ingin memahami seperti apa pemetaan (mapping) dari kebijakan-kebijakan perguruan tinggi yang benar, “misalnya pemahaman tentang kebijakan tertinggi itu dokumen apa, lalu di bawahnya ada dokumen apa lagi, di bawahnya lagi ada dokumen apa, fungsinya untuk apa dan itu tugasnya siapa? dan lain sebagainya,” terangnya.

Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum, selaku Ketua STAINU Purworejo menyampaikan terimakasih dan apresiasinya kepada LPM telah menginisiasi kegiatan ini. “Kegiatan bendmarking pengembangan mutu dan kebijakan PT sangat penting dilakukan. Apalagi di tengah momen hari santri ini, kita bisa bersama nyantri dan ngaji kepada Dr. Nashirudin dalam rangka mengembangkan mutu perguruan tinggi,” ungkapnya.

Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum, Ketua STAINU Purworejo memberikan sambutan.

Bersamaan dengan hari santri nasional, Mahmud Nasir juga menyampaikan motivasi bagi Dosen PTNU, “Semoga para sivitas akademika utamanya apra dosen senantiasa diberikahan kesehatan dan semangat dalam berjuang dalam NU, berjuang selayaknya santri, semangat kita dalam mengembangkan mutu PT baik dalam pemikiran maupun tindakan,” ucapnya.

Dalam acara bendmarking ini juga didiskusikan terkait wacana MoU antara STAINU Purworejo dengan UIN Surakarta. “Dalam kerjasama nanti tidak hanya ada wujud MoU formal, tetapi juga tindakan nyata yang kita laksanakan,” terang Ketua STAINU.

Banyak sekali materi dan ilmu baru yang ada dalam kegiatan bendmarking yang disampaikan oleh Dr. H. Muh. Nashirudin, S.Ag., M.A., M.Ag, mulai dari penyampaian tentang pentingnya penguatan mutu PT, seperti yang dilakukan oleh IAIN Surakarta sejak awal hingga kini menjadi UIN, sampai dengan pentingnya merumuskan atau mempersiapkan program-program kerja kampus yang diorientasikan kepada kebutuhan akreditasi.

Dr. Nashirudin mengungkapkan bahwa untuk menjamin mutu PT tidaklah instan. “Penjaminan mutu butuh waktu yang lama dan tim yang solid. Di sini LPM juga harus bekerjasama dengan pimpinan, prodi, LP2M dan lainnya. Intinya harus saling bersinergi satu sama lain,” ungkap Doktor yang pernah menjabat sebagai Ketua LPM IAIN Surakarta ini.

Dr. H. Muh. Nashirudin, S.Ag., M.A., M.Ag., memberikan materi.

“Jika kampus ingin bermutu, maka harus diplanning sejak diawal, seperti melakukan bendmarking dengan perguruan tinggi lain yang unggul, proker harus berbasis akreditasi, dan pimpinan harus paham apa itu LKPS dan LED,” terangnya.

Sementara dalam hal kebijakan perguruan tinggi, yang harus ada dan dipersiapkan secara matang menurut Dr. Nashirudin antara lain Statuta, Lembaga (Ortaker), Dokumen dan Efektivitas Dokumen berjalan, berjalannya Siklus PPEPP, Laporan Monev, Laporan AMI, Menyusun Kondisi Eksternal 3 tahun terakhir dan melakukan persiapan APS/APT sedari dini,” jelasnya.

“Dalam persiapan APS harus dimulai dari LKPS, baru ke LED dengan cara merujuk apda RIP, Renstra, Renop, Dokumen SPMI, Dokumen Kurikulum, Laporan Kegiatan Review Kurikulum dan dokumen lainnya. STAINU juga mulai sekarang harus meningkatkan rekognisi dosen dan mahasiswa agar memiliki nilai yang tinggi dalam akreditasi. Kurikulum juga harus memiliki kekhasan di banding PTNU lainnya,” tegasnya.

Acara bendmarking ini dilaksankan secara santai namun serius, dan diselingi dengan diskusi dengan narasumber. Kemudian ditutup dengan do’a oleh M. Nurul Huda, M.A. (Humas dan Publikasi).

Dokumentasi Kegiatan Youtube: https://youtu.be/1ZQSkABL6DY

Sosialisasi SNPT, STAINU Gandeng PCNU Purworejo

Sivitas Akademika STAINU Purworejo mengikuti Sosialisasi SNPT

LPM STAINU Purworejo – STAINU Purworejo menyelenggarakan sosialisasi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) kepada dosen dan tenaga kependidikan, pada Senin (13/09/2021). Kegiatan ini dihadiri oleh PCNU Purworejo, BPP STAINU Purworejo, Pimpinan STAINU Purworejo, para dosen dan tenaga kependidikan.

Ketua STAINU memberikan Sambutan dan Sosialisasi SNPT

Ketua STAINU Purworejo, Mahmud Nasir, dalam sambutannya mengatakan bahwa STAINU Purworejo akan berupaya untuk selalu konsisten meningkatkan mutu institusi, mulai dari pengelolaan maupun pelaksanaan tridharma. “Kita harus memiliki visi yang jelas sebagai arah kita dalam melangkah ke depan. Kita juga selalu merespon berbagai kebijakan dan perubahan-perubahan regulasi yang ada terkait akreditasi, agar mampu menyesuaikan. Yang jelas pengelolaan kita sudah berbasis mutu,” ungkapnya.

Ketua PCNU Purworejo, KH. Farid Solihin, M.M.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada STAINU karena selalu melakukan koordinasi dengan PCNU. Namun ada PR yang masih menjadi kendala untuk pengembangan STAINU ke depan, salah satunya terkait keadaan STAINU di mata masyarakat.

“Jam’iyyah (NU) sudah banyak yang tahu tentang STAINU. Namun jama’ah (warga NU) kita masih banyak yang belum tahu tentang STAINU. Makanya kita harus membumikan mensosialisasikan STAINU kepada semuanya, sehingga STAINU bisa diketahui semuanya,” ungkapnya.

“Di sisi lain dalam institusi ini, dosen dan tendik STAINU juga harus selalu menjaga dan melestarikan ideologi NU,” lanjutnya.

Ada problem yang menurutnya mengapa STAINU kurang dikenal masyarakat, misalnya karena tidak terdapat prodi umum sebagaimana yang diharapkan mereka atau mungkin terkait kualitas pengelolaan PT. Maka ke depan, STAINU harus menata lebih baik agar menyesuaikan ke depan dengan Standar Nasional PT yang ada, tegasnya.

(dari kiri) Ketua STAINU, Ketua Tanfidziyah PCNU, Ketua Dewan Penyantun, Ketua BPP STAINU

“Administrasi ditata, action juga dimaksimalkan, pelayanan ditingkatkan, sarpras dicukupi, media dan IT dikembangkan, agar berkualitas,” katanya.

“Intinya kami bangga jika STAINU nanti sedikit demi sedikit ada penataan, pengembangan, baik dzahir maupun batin, semuanya ditingkatkan,” tandasnya.

Sementara Ketua Dewan Penyantun BPP STAINU, KH. Ahmad Hamid AK, mengatakan dalam sambutannya, “Dosen itu menjadi tonggak utama dalam proses pendidikan di PT, oleh karena itu dosen harus bisa IT karena di era saat ini banyak sekali hal-hal yang berkaitan dengan IT,” ungkapnya.

Ketua BPP STAINU Purworejo, Suhaemi, S.Ag., M.M. menyampaikan, “Bagaimana kita bersama-sama memikirkan STAINU ke depan agar semakin eksis. Kita juga harus berterima kasih kepada para pendiri STAINU, yaitu PTII dengan cara menghargai para pendiri, senior dan lainnya,” ungkapnya. (Humas dan Publikasi)

STAINU Purworejo Komitmen Tingkatkan Mutu Penelitian

Dosen mengikuti Worskhop Penelitian bersama Prof. Dr. Sugiyono

LPM STAINU Purworejo – Dalam rangka meningkatkan mutu penelitian dosen dan mahasiswa, STAINU Purworejo menyelenggarakan workshop integrasi penelitian dan PkM dalam pembelajaran, Sabtu (11/09/2021). Integrasi tridharma ini sangat berimplikasi pada penilaian akreditasi 9 kriteria, baik Akreditasi Perguruan Tinggi maupun Akreditasi Program Studi.

Kegiatan workshop ini mengundang Pakar Metodologi Penelitian, Prof. Dr. Sugiyono, M.Pd., Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta yang juga sebagai Peraih Rekor MURI sebagai Penulis Terbanyak di Bidang Metodologi Penelitian. Kegiatan yang dikoordinir oleh Wakil Ketua 1 Bidang Akademik bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ini diikuti oleh para pimpinan, unit kerja dan sivitas akademika STAINU Purworejo.

Ketua STAINU Purworejo, Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum., menyampaikan komitmennya dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi rangka meningkatkan mutu penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan bidang pendidikan. “Workshop ini menjadi sangat penting untuk kita ikuti bersama, karena selain narasumbernya juga seorang pakar bidang penelitian dan sekaligus Asesor BAN-PT, kegiatan ini juga sebagai bagian dari komitmen STAINU Purworejo dalam meningkatkan mutu tridharma, utamanya bidang penelitian,” ungkapnya.

“Kami sampaikan terima kasih pada narasumber yang telah menyempatkan waktunya dalam membimbing kami, harapannya kami bisa segera mengimplementasikan materi yang disampaikan oleh Prof. Sugiyono,“ tandasnya.

Sementara itu Wakil Ketua 1, Dr. H. M. Djamal, M.Pd., menyampaikan dalam sambutannya terkait pentingnya penelitian sekaligus implementasinya dalam dunia akademik. “Selama ini tidak ada link and match terhadap pendidikan dengan penelitian dan PkM sekaligus pengamalan ketiganya, sehingga implikasinya tidak hanya rendahnya pengamalan akademik mahasiswa, tetapi secara umum bisa terjadi pengangguran di Indonesia,” katanya.

Sebelum dilaksanakan workshop, para dosen ditugaskan untuk menyususn proposal penelitian untuk direview oleh pakar. Kemudian di pada hari sabtu (11/09/2021) dilakukan pembahasan sekaligus penyampaian hal-hal lain terkait integrasi penelitian dan metodologi penelitian.

Dalam pembahasan workshop, Prof. Dr. Sugiyono menyampaikan bahwa, “kelemahan Perguruan Tinggi biasanya di bidang penelitian, padahal ini implikasinya untuk pemenuhan akreditasi,” katanya.

“Untuk melaksanakan penelitian dan PkM di PT, harus diketahui dulu secara jelas apa visi, misi, tujuan PT. Karena nantinya akan disusun roadmap penelitian yang disesuaikan dengan visi PT, sehingga akan terjadi kejelasan arah penelitian PT dalam merealisasikan visi PT,” ungkapnya.

Setelah disusun roadmap penelitian dan PkM yang jelas sesuai visi PT, maka baru dapat dilaksanakan penelitian dan PkM yang menyesuaikan dengan jenjang studi baik untuk jenjang S-1 (aplikatif), S-2 yang bersifat inovatif dan atau S-3 yang sifatnya invention (kreatif).

Pada sesi akhir kegiatan ini dilakukan diskusi tanya jawab antara dosen dengan narasumber dan ditutup dengan doa. (Humas dan Publikasi)

STAINU Purworejo Gelar Bimtek Pengembangan Kuriulum

Foto Bersama narasumber Dr. H. Karwadi, M.Ag

LPM STAINU Purworejo – Dalam rangka merespon kebijakan terbaru Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dari Kemendikbud, maka STAINU Purworejo melaksanakan Bimbingan Teknis Pengembangan Kurikulum KKNI Terintegrasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Selasa (07/09/2021).

Kegiatan ini mengundang narasumber Dr. H. Karwadi, S.Ag., M.Ag., dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan dihadiri oleh para pimpinan, dosen, tendik serta pemangku kepentingan internal maupun eksternal STAINU Purworejo.  Selain Bimtek Pengembangan Kurikulum juga dilaksanakan workshop penyusunan RPS bagi dosen tetap dan tidak tetap STAINU Purworejo.

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nizam, prinsip yang paling penting dalam pengembangan kurikulum yaitu learning outcomes dan berkualitas global.

Hal ini juga diungkapkan oleh Dr. Karwadi selaku narasumber dlaam kegiatan pengembangan kurikulum ini, “Pengembangan Kurikulum pada dasarnya bukan mengganti kurikulum KKNI yang sudah ada, melainkan hanya mengintegrasikan dengan kebijakan Kampus Merdeka yang perlu diimplementasikan secara baik dan kuat di lingkungan perguruan tinggi,” ungkapnya.

“Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) adalah hak mahasiswa, jadi kita selaku pimpinan perguruan tinggi berkewajiban menyiapkan untuk mereka; jangan tanya apakah nanti akan dipakai atau tidak, yang penting perguruan tinggi telah menyiapkan, nanti dalam pelaksanaannya kan berproses,” tandasnya Ketua Prodi MPI Pascasarja UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

STAINU Purworejo mulai membenahi seluruh kebijakan sekaligus dalam hal ini mempersiapkan pengembangan kurikulum dalam rangka berkompetisi dalam tingkat global. Kedepan STAINU akan fokus pada learning outcomes, kurikulum bukan sekadar kumpulan mata kuliah, tapi keseluruhan proses dan pengalaman, keseluruhan jatuh bangunnya mahasiswa yang pada akhirnya akan menghasilkan lulusan unggul yang mempunyai kompetensi sesuai dengan kesarjanaannya, namun juga memiliki soft skill yang kompetitif. (Humas dan Publikasi)

Resmi di Naungan PBNU, STAINU Purworejo Susun Statuta Baru

Tim Penyusun Statuta STAINU Purworejo

LPM STAINU Purworejo – Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo berkomitmen meningkatkan mutu layanan pendidikan kepada sivitas akademika dan stakeholder. Hal ini ditegaskan oleh Ketua STAINU Purworejo, Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum. dalam pembukaan kegiatan rapat penyusunan dan review Statuta STAINU Purworejo, Rabu (08/09/21).

“Setelah pengelolaan dan penyelenggaraan STAINU Purworejo diserahkan dari yayasan YASPINU Purworejo kepada Badan Hukum Perkumpulan Nahdlatul Ulama di bawah naungan PBNU, maka kita harus segera membenahi seluruh kebijakan terutama dimulai dari Statuta. Sehingga dengan adanya tim penyusun dan review Statuta STAINU Purworejo ini diharapkan bisa terwujud Statuta yang ideal mengacu SN-Dikti dan perundang-undangan yang berlaku serta sesuai dengan Statuta PTNU berbadan hukum PBNU,” katanya.

“Kita juga terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan STAINU Purworejo melalui spirit baru sebagai PTNU yang telah resmi di bawah naungan PBNU,” imbuhnya.

Dalam Permenristekdikti Nomor 16 Tahun 2018 disebutkan bahwa Statuta merupakan peraturan dasar pengelolaan perguruan tinggi swasta yang digunakan sebagai landasan penyusunan peraturan dan prosedur operasional di perguruan tinggi swasta yang bersangkutan.

Sedangkan Ketua Tim Penyusun Statuta, Abdul Aziz, S.Ag., M.Pd., menyampaikan terkait pentingnya dilakukan revisi Statuta STAINU Purworejo.

“Dalam kegiatan penyusunan dan review Statuta ini memiliki latar belakang sekaligus landasan yuridis yang jelas. Sehingga sangat penting dilakukan revisi pada Statuta STAINU Purworejo agar dapat disesuaikan dengan PTNU yang Berbadan Hukum PBNU,” katanya dalam sambutan.

“Tidak hanya sekedar menata ulang peraturan dasar tersebut sebagai formalitas pedoman atas seluruh kebijakan STAINU Purworejo, melainkan isinya juga disesuaikan dengan situasi dan kondisi di tengah era persaingan pendidikan tinggi saat ini. Secara substansi Statuta yang disusun nantinya diarahkan pada Statuta PTNU yang unggul, hal ini dilakukan sebagai persiapan dalam proses bertransformasi menjadi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purworejo mendatang,” terangnya.

Sebagaimana yang telah diketahui bahwa status pengelolaan dan penyelenggaraan STAINU Purworejo telah dialihkan dari Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (YASPINU) Purworejo kepada Badan Hukum Perkumpulan Nahdlatul Ulama (BHPNU) yang diwakili oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada 21 Agustus 2021 lalu. Sehingga STAINU Purworejo harus melakukan revisi terhadap Statuta STAINU Purworejo agar isinya sesuai dengan Statuta PTNU yang Berbadan Hukum Perkumpulan Nahdlatul Ulama di bawah naungan PBNU.

Kegiatan penyusunan dan review Statuta ini diikuti oleh tim penyusun yang terdiri atas perwakilan Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP), perwakilan Senat, Ketua, Wakil Ketua dan lembaga unit kerja STAINU Purworejo. Sebelum draft Statuta disahkan oleh PBNU, terlebih dahulu akan dilakukan review draft Statuta bersama pakar dari PBNU yang diikuti oleh pihak pemangku kepentingan internal dan eksternal STAINU Purworejo. (Humas dan Publikasi)

BPP STAINU Dilantik, PBNU Berharap STAINU Menjadi Universitas NU Bermutu

Prosesi Pelantikan BPP STAINU Purworejo

Tahun 2021 ini merupakan tahun bersejarah bagi STAINU Purworejo. Karena pada tahun ini kampus STANU Purworejo telah resmi diserahkan dari YASPINU kepada PBNU. Artinya seluruh aset, sarana dan prasarana dari STAINU Purworejo telah resmi legal formal milik Badan Hukum Perkumpulan Nahdlatul Ulama di naungan PBNU. Sehingga secara struktural maupun kultural, STAINU Purworejo ini sah miliki Ormas warga NU. Peresmian ini semakin kokoh sejak dilantiknya Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) STAINU Purworejo kemarin pada Sabtu, 21 Agustus 2021 secara langsung oleh PBNU di Auditorium STAINU Purworejo.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua PBNU bidang Pendidikan Prof. Dr. H. Hanief Saha Ghafur, M.A., Bupati Purworejo R. H. Agus Bastian, S.E., M.M, Kepala Kantor Kementerian Agama Purworejo H. Fatchur Rochman, M.Pd.I, Wakil DPRD Purworejo H. Fran Suharmadi S.E., M.M, Ketua MUI sekaligus Ketua YASPINU Purworejo KH. Achmad Hamid AK, S.Pd.I, Ketua Tanfidziah PCNU Purworejo Drs. KH. Farid Solihin, M.M.Pd.

Bupati Purworejo, R. H. Agus Bastian, S.E., M.M mengucapkan selamat kepada  Pengurus Badan Pelaksana Penyelenggara STAINU Purworejo yang dilantik. Teriring doa dan harapan semoga kepengurusan BPPPTNU ini bisa mengemban amanah dengan baik.

“Nahdlatul Ulama dikenal oleh bangsa Indonesia bahkan oleh dunia sebagai organisasi yang memiliki prinsip dasar, nilai, dan jati diri yang kokoh. NU mencerminkan organisasi sosial keumatan yang menganut jalan tengah dan lurus yang kita kenal dengan sikap moderat, yang menolak kekerasan dan ekstremisme, yang menghormati perbedaan dan kemajemukan, yang menjamin ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniyah, dan yang benar-benar menjadikan Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamin,” ungkap Bupati.

Menurut Bupati, NU adalah organisasi yang membangun kemitraan dengan pemerintah untuk menyukseskan program-program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, seperti pendidikan, kesehatan, sosial ekonomi dan sebagainya. Di bidang pendidikan, NU memiliki lembaga pendidikan mulai dari tingkat pra sekolah hingga perguruan tinggi, termasuk STAINU Purworejo.

“Dengan diserahkannya STAINU dari Yayasan Perguruan Tinggi NU (YASPINU) Purworejo kepada PCNU Purworejo, diharapkan STAINU akan semakin maju dan berkembang di masa-masa mendatang. Karena dengan berada di bawah pengelolaan PCNU, otomatis membuka kemungkinan untuk mendapat perhatian dari PWNU Jawa Tengah maupun PBNU Pusat. Dan dengan semakin majunya STAINU Purworejo, dengan sendirinya akan semakin memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan di Purworejo maupun di Indonesia, terutama dengan menyesuaikan diri dengan mencetak lulusan yang berdaya saing dari segi IPTEKS dan karakter” harapnya.

Sementara Ketua Tanfidziyah PCNU Purworejo, Drs. KH. Farid Solihin, M.M.Pd. menyampaikan harapannya, “ke depan STAINU akan lebih baik dan bermanfaat, ” ucap Farid.

Ia juga mengucapkan terimakasih, nantinya teman-teman Pengurus yang dilantik berharap atau mengharapkan lebih baik lagi menjadikan lembaga yang bermartabat dan selalu mendapat dukungan dari semua pihak. “Kami terus menerima kritik saran, dimana lembaga kita ini akan menjadi maju dan modern, kemarin sudah dinilai oleh pemerintah melewati akreditasi dan sudah berhasil, mudah-mudahan lebih baik untuk semua pihak,” tutur Farid.

Ketua YASPINU Purworejo, KH. Achmad Hamid AK, S.Pd.I menjelaskan, perjalanan jauh lebih terlewatkan sejak berdiri PTII tahun 1974 sampai sekarang berjalan sedemikian rupa dengan diberi kesabaran hari ini masih diberi kiprah dalam dunia pendidikan.

“Mudah-mudahan hasil baik keluh kesah dan gairah serta perjuangan pengelola dari PTII sampai STAINU sekarang semoga mendapat pahala dari Allah SWT, karena itu semua perjuangan bapak ibu sekalian,” jelas Hamid, yang juga menjabat sebagai Wakil Rois Syuriah PCNU Purworejo.

Sebagaimana diketahui, hampir setengah abad tepatnya 47 tahun Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Kabupaten Purworejo dikelola oleh Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (YASPINU) Purworejo. Berbagai perjalanan panjang perguruan tinggi tertua di Kabupaten Purworejo ini pun telah dilalui, mulai dari pertama bernama Perguruan Tinggi Islam Imam Puro (PTII), Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama (STITNU), hingga saat ini sebagai Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo. Sehingga dapat diketahui dari masa ke masa Perguruan Tinggi yang berasaskan NU ini telah mengalami perkembangan institusi dan peningkatan mutu pendidikan. Pada tahun 2021 ini pula STAINU Purworejo telah mendapatkan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) “Baik” berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 575/SK/BAN-PT/Akred/PT/VI/2021.

Sementara itu dalam pengarahannya, Prof. Dr. H. A. Hanief Saha Ghafur, M.A, Ketua PBNU Bidang Pendidikan menjelaskan, dengan diserahkan ke PBNU, maka STAINU tidak lagi diurus oleh individu-individu, melainkan oleh Badan Hukum NU,” sambutnya.

Prof. Dr. H. A. Hanief Saha Ghafur, M.A dari PBNU sedang menyampaikan pengarahan dan pembinaan

“Saya juga optimis PTNU ini akan maju. Ke depan STAINU akan dijadikan Institut lalu meningkat lagi jadi universitas. Tinggal menambah beberapa program studi umum seperti IT dan Kesehatan. Tetapi, kalau misalnya mau dilakukan merger (penggabungan) dengan kampus lain di Purworejo ini, itu malah lebih bagus, karena akan lebih cepat menjadi universitas, bahkan kalau misalnya dimerger, selain lebih baik karena prodi-prodi di kampus lain telah terakreditasi, juga lebih mudah dan cepat mengurus perizinannya, cukup butuh satu tahun saja sudah bisa jadi universitas.” terangnya.

Adapun susunan pengurus Badan Pelaksana Penyelenggara STAINU masa khidmah 2021-2026 yaitu: Ketua Dewan Pembina Prof Dr KH Said Aqil Siroj, MA, Ketua Dewan Penyantun KH. Achmad Hamid AK, S.Pd.I.

Dewan Pengurus: H. Suhaemi, S.Ag, MM (Ketua), Drs. H. Sumedi, M.Pd (Wakil Ketua), Drs. H. Fathurahman, M.Pd.I (Wakil Ketua), Syamsul Hadi, S.E (Sekretaris), Sofyan Sauri, A.Ma (Wakil Sekretaris). Moh Ani Mukhlis, S.Ag, M.Si (Bendahara), M Nurul Huda, S.Hum, MA (Wakil Bendahara), Anggota: Drs. Muh. Rofiq, M Si, H Sutarjono, M.Pd, Abdul Aziz, S.Ag., M.Pd dan Zaenal Muttaqin, S.Si, M.Pd.I. Susunan lengkap BPP STAINU Purworejo klik di sini: https://bit.ly/skbppstainupurworejo. (Humas dan Publikasi).