STAINU Purworejo Perkuat Kualitas Pendidikan Melalui Pendampingan Akreditasi Program Studi

Peserta Pendampingan Penyusunan Borang APS

LPM STAINU Purworejo – STAINU Purworejo terus melangkah maju dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di lingkupnya. Pada hari Kamis, 14 Desember 2023, lembaga tersebut menyelenggarakan acara pendampingan akreditasi program studi di Ruang Rapat Lantai 1 STAINU Purworejo.

Acara yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan, seperti Ketua, Wakil Ketua, Kaprodi, Ketua Lembaga dan unit, serta biro terkait, ini menjadi forum penting untuk mendapatkan pandangan dan arahan dari narasumber terkemuka, Dr. KH. Shodiq Abdullah, M.Ag., dari UIN Walisongo Semarang.

Dalam sesi pembekalan, Dr. KH. Shodiq Abdullah membahas berbagai aspek kunci terkait proses akreditasi program studi. Dengan pengalaman luasnya di dunia pendidikan, beliau memberikan wawasan dan strategi untuk memastikan proses akreditasi berjalan efisien dan berkualitas.

Penyerahan sertifikat kepada Narasumber dari Kaprodi PAI

Peserta terlibat dalam diskusi yang interaktif, mengeksplorasi berbagai aspek yang berkaitan dengan persiapan akreditasi. Pertukaran pandangan dan tanya jawab menciptakan suasana yang produktif sepanjang acara.

Ketua STAINU Purworejo, Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum., menyambut baik kehadiran Dr. KH. Shodiq Abdullah dan mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kontribusi berharga dalam acara tersebut. “Pendampingan ini bukan hanya sebagai bentuk persiapan menuju akreditasi, tetapi juga sebagai komitmen nyata kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di STAINU Purworejo,” kata Mahmud Nasir.

Pendampingan akreditasi program studi ini diharapkan memberikan landasan kuat bagi STAINU Purworejo dalam menghadapi proses akreditasi yang lebih unggul di masa depan. Dengan melibatkan seluruh elemen kampus, STAINU Purworejo terus membuktikan dedikasinya dalam memberikan pendidikan berkualitas dan berkontribusi positif dalam dunia pendidikan tinggi. (Humas dan Publikasi)

5 Dosen STAINU Purworejo Mengikuti Program PKDP di UIN SAIZU Purwokerto

5 Dosen STAINU Purworejo, dari kiri (Najanuddin, Abdul Aziz, Dhiya Ayu T.I., M. Nurul Huda dan Zainal Muttaqiin)

STAINU Purworejo – Lima dosen berbakat dari Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo telah mengambil bagian dalam Short Course Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) yang diadakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto. Acara ini dilangsungkan selama enam hari, dimulai pada tanggal 22 hingga 27 Agustus 2023, di Hotel Java Heritage Purwokerto (26/08/23).

Dalam upaya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih berkualitas, kelima dosen dari STAINU Purworejo, yaitu M. Nurul Huda, Abdul Aziz, Najanuddin, Zainal Muttaiin, dan Dhiya Ayu Tsamrotul Ihtiari, telah mengambil langkah penting dengan mengikuti program PKDP ini. PKDP yang diselenggarakan dalam tiga angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang dalam setiap angkatan, merupakan salah satu langkah mendukung peningkatan kompetensi dosen.

Mengacu pada jadwal, angkatan pertama telah berlangsung pada tanggal 15 hingga 20 Agustus 2023, diikuti oleh angkatan kedua dan ketiga pada tanggal 22 hingga 27 Agustus 2023. Materi yang disampaikan dalam program ini sangat beragam, mulai dari peningkatan kapasitas mengajar, kemampuan menulis artikel ilmiah di jurnal internasional, hingga penguatan perspektif dalam berbagai aspek akademik.

Peserta PKDP UIN SAIZU Purwokerto dari STAINU Purworejo bersama para peserta lain dari Angkatan 2

Bukan hanya sekadar pelatihan, PKDP ini merupakan prasyarat penting bagi dosen dalam perjalanan menuju Sertifikasi Dosen (Serdos). Sertifikasi Dosen sendiri adalah langkah penting dalam mengukur dan mengakui kualitas profesionalisme dosen dalam tiga pilar penting, yakni pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Partisipasi dalam program ini bukan hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga kesempatan berharga untuk berinteraksi dan berkolaborasi dengan rekan-rekan dosen dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Melalui program ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam, meningkatkan keterampilan yang lebih unggul, dan mengaplikasikan semangat baru dalam menjalankan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Suksesnya penyelenggaraan PKDP ini tidak lepas dari dukungan pembiayaan dari anggaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama, sebuah beasiswa kolaboratif antara LPDP-Kemenag dalam kategori beasiswa Non Gelar. Dalam skala yang lebih besar, lebih dari 2.500 dosen dari berbagai daerah di Indonesia akan turut serta dalam kegiatan PKDP yang melibatkan 19 UIN sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP), termasuk UIN SAIZU Purwokerto.

Dosen STAINU Purworejo bersama Narasumber PKDP

Dengan semangat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, STAINU Purworejo telah memberikan langkah konkret melalui partisipasi aktif dalam program PKDP ini. Diharapkan, keikutsertaan para dosen dalam program ini akan memberikan dampak positif dalam pengembangan kompetensi dan profesionalisme mereka, serta berkontribusi dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis di masa depan.

STAINU Purworejo Sukses Gelar Rapat Tinjauan Manajemen 2023

LPM STAINU Purworejo – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STAINU Purworejo telah melaksanakan kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) tahun 2023 di Ruang Rapat institusi tersebut, pada (16/08/2023). Kegiatan ini merupakan pertemuan periodik yang melibatkan pimpinan STAINU Purworejo, termasuk Ketua, Wakil Ketua 1, 2, dan 3, serta Ketua dan Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Program Studi (Prodi), Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK), Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) dan Unit Pelayanan Terpadu (UPT).

Kegiatan RTM dipimpin langsung oleh Ketua STAINU Purworejo

RTM diadakan dengan tujuan meninjau kinerja sistem manajemen mutu dan pelayanan institusi. Fokus utama RTM kali ini adalah membahas tindak lanjut temuan audit yang telah dilakukan sebelumnya, khususnya hasil dari Audit Mutu Internal (AMI) yang telah dilaksanakan oleh LPM terhadap tiga program studi di STAINU Purworejo.

Ketua STAINU Purworejo, Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum., dalam arahannya mengapresiasi pelaksanaan AMI yang dilakukan oleh LPM. Beliau menekankan pentingnya menganalisis bersama langkah-langkah perbaikan yang akan diambil melalui rumusan prioritas improvement yang dipilih.

Acara RTM dibagi menjadi tiga komisi, yaitu Komisi Pelaksana Akademik (A), Komisi Penunjang Akademik (B), dan Komisi Pengambil Kebijakan (C). Setiap komisi telah menyampaikan evaluasi diri dan rencana tindak lanjut sebagai langkah perbaikan dan peningkatan capaian sesuai dengan instrumen akreditasi 9 kriteria. Keberlanjutan RTM diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mengoptimalkan kualitas layanan dan sistem manajemen di STAINU Purworejo. (Humas dan Publikasi)

Keluhan dan Saran (E-Complaint)

Bagi Anda yang punya saran, keluhan dan masukan untuk perbaikan dan peningkatan Lembaga Penjaminan Mutu STAINU Purworejo. Silahkan tulis dan kirim semua saran, keluhan dan masukan anda di email kami: lpm.stainu@gmail.com.

Sementara, bagi Anda yang punya saran, keluhan dan masukan secara umum pada perbaikan, peningkatan dan pengembangan STAINU Purworejo. Silahkan tulis dan kirim semua saran, keluhan serta masukan atau rekomendasi anda di form berikut.
Klik form E-Complaint STAINU Purworejo.

Implementasi MoA, STAINU Purworejo Gelar Ngaji Penjaminan Mutu Bareng GKM IAIN Pontianak

Roikhatul Janah, M.Pd. sedang menyampaikan pelaksanaan SPMI di IAIN Pontianak

STAINU Purworejo – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo menggelar ngopi bareng penjaminan mutu bersama Gugus Kendali Mutu (GKM) IAIN Pontianak di Ruang Rapat Dosen, pada Rabu (02/08/23).

Hadir dalam kegiatan ini pimpinan institusi, LPM dan Ketua Prodi di lingkungan STAINU Purworejo. Kegiatan ini merupakan wujud implementasi MoA antara STAINU Purworejo dengan IAIN Pontianak. Acara yang gagas oleh Prodi PGMI bersama LPM ini mengusung tema, “Peran GKM dalam Akreditasi Prodi pada LAM-Kependidikan”. Narasumber acara ini adalah Roikhatul Janah, M.Pd., yang dihadirkan langsung dari GKM Prodi PGMI IAIN Pontianak.

Dhiya Ayu Tsamrotul Ihtiari, M.Pd., selaku Ketua LPM, mengapresiasi Prodi PGMI yang telah mengundang GKM dari IAIN Pontianak, sebagai wujud MoA dari hasil kerjasama yang telah dijalin beberapa tahun terakhir.

LPM dan unit lain mengikuti kegiatan implementasi MoA ngaji penjaminan mutu

“Kita di STAINU Purworejo memiliki LPM dan memang memerlukan GKM untuk kolaborasi penjaminan mutu di tingkat program studi. Selama ini di STAINU sebenarnya secara manajerial, penjaminan mutu kita lekatkan dengan Kaprodi, jadi sebenarnya sudah berjalan, hanya mungkin secara legal-formal masih perlu kita upayakan agar menjadi dokumen formal sekaligus bukti sahih di setiap kegiatannya,” ungkapnya.

Dalam satu sesi, Roikhatul Janah, M.Pd., selaku narasumber, menyampaikan bahwa GKM memiliki peran yang sangat penting dalam penjaminan mutu di tingkat prodi. GKM menurutnya sahabat dari Kaprodi. Keduanya saling mengisi satu sama lain.

“Sebagai kampus yang menjadi awal karir saya di dunia akademik, saya rasa LPM di STAINU Purworejo sudah cukup baik dan berjalan. Di IAIN Pontianak, GKM bersama Kaprodi bagaikan dua mata uang yang saling mengisi satu sama lain, keduanya memiliki tugas dan perannya masing-masing dalam membangun kualitas mutu program studi. Maka, di STAINU Purworejo saya yakin pasti bisa melakukan itu,” ujar Mantan Dosen PGMI STAINU Purworejo itu.

Secara sederhana, peran GKM dalam akreditasi Prodi pada LAMDIK sangat urgen, ia harus membangun kerjasama dan kolaborasi yang baik dengan Kaprodi maupun LPM di tingkat institusi. Karena bagian penjaminan mutu ini lah yang dapat mengelola tercapaianya standar internal perguruan tinggi (SPMI). Asesor LAMDIK pada hakikatnya hanya melihat kesesuaian antara dokumen mutu dengan pelaksanaannya, apakah tercapai dengan baik atau tidak. Jadi, sebenarnya Asesor hanya melihat tingkat ketercapaian pelaksanaan siklus PPEPP pada masing-masing perguruan tinggi. (Humas dan Publikasi)

LPT-PBNU Siap Tingkatkan Manajemen Lembaga dan Kerjasama Internasional STAINU Purworejo

Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPT-PBNU), Prof. Dr. H. Dede Rosyada, M.A., menyampaikan orasi ilmiahnya dalam acara Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana (S1) ke-29 Tahun 2023 di STAINU Purworejo, pada Sabtu (29/7/23).

Prof. Dr. KH. Dede Rosyada, M.A menyampaikan orasi ilmiah

Wisuda yang mengusung tema “Harmoni dan Sinergi: Peran LPT-PBNU dalam Membangun STAINU Purworejo Menuju Perguruan Tinggi Bereputasi”, merepresentasikan dari gerak transformatif STAINU Purworejo dalam merealisasikan PTNU Unggulan yang bereputasi internasional.

Dalam sambutannya, Mantan Rektor UIN Jakarta ini berharap lulusan dari Perguruan Tinggi NU, STAINU Purworejo, tidak menjadi beban masyarakat, tetapi menjadi pioner perubahan masyarakat. Menurutnya, LPT-PBNU saat ini sedang fokus untuk mengembangkan Perguruan Tinggi NU di beberapa Kabupaten/Kota di Indonesia.

“Kami saat ini fokus melakukan pengembangan PTNU agar mampu bereputasi pada skala nasional bahkan internasional agar dapat mentransformasikan masyarakat Nahdliyyin. Setidaknya ada tiga hal penting dalam meningkatkan lembaga pendidikan tinggi, pertama penguatan manajemen mutu internal, kedua relevansi prodi dengan kebutuhan market masyarakat dan ketiga partisipasi. Dalam rangka mewujudkan itu semua salah satunya melalui implementasi MBKM,” ungkap Ketua Senat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

“Saya melihat seluruh prodi di STAINU Purworejo ini sudah linear dan relevan untuk dunia kerja. Namun, akan lebih baik nantinya ditopang dengan kompetensi khusus sebagai keahlian tambahan dalam rangka memenuhi kebutuhan market masyarakat dan dunia industri. Kompetensi ini dikenal 4C (Critical Thinking, Communication, Collaboration serta Creativity dan Inovation). Pelayanan juga penting ditingkatkan guna meningkatkan trust dari masyarakat. Nanti kita bantu dalam peningkatan reputasi internasional dan manajemen lembaga,” tandas Profesor Ketua Senat UIN Jakarta. (Humas dan Publikasi)

Penuhi Target APS, Pejabat STAINU Purworejo Tandatangani Komitmen Mutu

STAINU Purworejo – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo menggelar rapat koordinasi persiapan Akreditasi Program Studi (APS) Batch 2 di Ruang Rapat Dosen, pada Senin (17/07/23).

Rakor Persiapan APS

Hadir dalam kegiatan ini seluruh pimpinan institusi, Tim Penyusun Borang APS beserta Ketua Prodi di lingkungan STAINU Purworejo. Acara yang gagas oleh LPM ini mengusung tema, “Komitmen Bersama Mewujudkan Program Studi Unggul”, yang bermakna bahwa dalam re-akreditasi prodi di STAINU Purworejo berupaya untuk mencapai target unggul. Ini selaras juga dengan upaya merealisasikan visi institusi menjadi PTNU unggul dan kompetitif yang bernuansa lokal bereputasi global.  

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2023 tiga prodi di lingkungan STAINU Purworejo, PAI, PGMI dan PIAUD hendak reakreditasi. Berkaca pada akreditasi tiga tahun silam, 2019 tepatnya, dirasa kurang memuaskan karena hanya mencapai predikat Baik. Maka LPM menggandeng Pimpinan Institusi, terutama Ketua dan Kaprodi guna membangun komitmen bersama dalam memenuhi target pencapaian APS pada periode ini.

Dhiya Ayu Tsamrotul Ihtiari, M.Pd., selaku Ketua LPM menyampaikan dalam arahannya, bahwa membangun komitmen yang jelas dan terarah menjadi satu hal penting dalam rangka konsolidasi dan merealisasikan tujuan reputasi positif dari akreditasi program studi.

Rakor LPM dengan Pimpinan dan Tim Penyusun APS

“Berkaca dari APS yang sudah dilakukan, dan mengkaji dari berbagai pengalaman APS dari prodi di PT lain yang telah sering kita lakukan bersama, maka kami telah menganalisis sekaligus mengidentifikasi skor-skor mana saja yang harus dipenuhi oleh prodi dalam rangka mencapai predikat akreditasi Unggul. Disana tentu ada skor yang dapat kita capai, ada juga yang cukup sulit kita capai melihat realitas kinerja kita di institusi dan prodi. Tetapi, kita mesti optimis dan punya mental yang kuat guna mencapai target besar tersebut,” ungkapnya.

Sementara Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum., selaku Ketua, mengapresiasi langkah dan niat baik dari LPM tersebut sebagai bagian dari daya dukung dalam optimalisasi kinerja manajemen institusi.

“Kami setuju dengan hasil analisis dan identifikasi dari LPM, mari kita bersama bekerja keras guna merealisasikan kebutuhan dan kekurangan kita dalam proses APS sesuai target. Tentu kita bersama berharap bahwa optimalisasi kinerja manajemen institusi dan sivitas akademika tidak hanya berorientasi pada akreditasi, tetapi berupaya nyata pada kelangsungan kehidupan budaya mutu seluruh unit/lembaga/prodi di lingkungan STAINU Purworejo,“ sambutnya.

Pimpinan menandatangani komitmen mutu dan target pemenuhan APS

Ketua Tim Penyusun APS yang sekaligus para Kaprodi menyetujui target minimum yang telah dianalisis dan diidentifikasi oleh LPM tersebut, yakni dengan target Prodi PAI dan PIAUD terakreditasi Unggul dengan skor 391, sedangkan target Prodi PGMI terakreditasi Baik Sekali dengan skor 361. Target skor tersebut telah disesuaikan dengan perkiraan adanya pengurangan skor hingga 30 poin dari Asesor. Selanjutnya pada sesi akhir, para Pejabat di lingkungan STAINU Purworejo bersama-sama menandatangi Komitmen Mutu dan dengan para Kaprodi menandatangani Komitmen Pemenuhan Target APS.  (Humas dan Publikasi)

LPM Gelar Ekspose Temuan AMI 2023

LPM STAINU Purworejo – LPM STAINU Purworejo telah sukses menggelar kegiatan Ekspose Temuan Audit Mutu Internal (AMI) di Ruang Rapat institusi tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan STAINU Purworejo, mulai dari Ketua, Wakil Ketua 1, 2, dan 3, serta Ketua dan Sekretaris dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Program Studi (Prodi), Badan Akreditasi Universitas dan Perguruan Tinggi (BAUK), Badan Administrasi Akademik Kemahasiswaan (BAAK), dan Unit Pelayanan Terpadu (UPT), pada Sabtu 29 Juli 2023,

Ekspose Temuan AMI 2023

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menyampaikan temuan hasil AMI sebagai dasar untuk merumuskan prioritas perbaikan pada tahun berikutnya. Dalam sambutannya, pimpinan STAINU Purworejo menegaskan bahwa rekomendasi saran perbaikan dari temuan AMI akan menjadi prioritas utama dalam perencanaan perbaikan institusi.

Kegiatan Ekspos Temuan AMI merupakan kelanjutan dari proses Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), yang merupakan kegiatan wajib dalam menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). RTM menjadi langkah lanjut dari AMI untuk merumuskan prioritas improvement yang akan diambil pada tahun berikutnya. Dalam RTM, setiap pilihan dan pertimbangan atas temuan AMI dibahas dengan memperhatikan aspek-aspek yang relevan dari setiap unit terkait. Hal ini bertujuan untuk mencapai kesepakatan bersama mengenai langkah-langkah perbaikan yang akan diambil.

Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk perbaikan dan peningkatan mutu institusi, sehingga STAINU Purworejo dapat terus berkembang dan memenuhi standar yang diharapkan.

STAINU Purworejo Gelar Kegiatan Audit Mutu Internal 2023

LPM STAINU Purworejo, Senin (19/07/23) – Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo kembali mengukuhkan komitmennya terhadap mutu pendidikan dengan melangsungkan pembukaan Audit Mutu Internal (AMI) tahun 2023. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan standar layanan dan kualitas program studi. Acara berlangsung di ruang rapat STAINU Purworejo, dihadiri oleh para pimpinan lembaga, termasuk Ketua, Wakil Ketua, Kaprodi, Ketua Lembaga, Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT), Kepala Biro, serta para auditor.

Pembukaan AMI 2023

Dalam sambutannya, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STAINU Purworejo, Dhiya Ayu Tsamrotul Ihtiari, M.Pd., mengungkapkan bahwa tema AMI tahun ini adalah “Komitmen untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Menuju Program Studi Unggul.” Kegiatan ini berfokus pada audit kepatuhan yang mencakup evaluasi terhadap dokumen dan pelaksanaan program di seluruh sektor, unit, lembaga, dan program studi yang ada di lingkungan kampus.

Tema ini diangkat sebagai bagian dari upaya untuk memastikan bahwa setiap aspek dalam lingkungan pendidikan berjalan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Hasil dari audit ini akan menjadi dasar penting dalam merumuskan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kinerja Anggaran Tahunan (RKAT) tahun 2023. Tujuannya adalah agar setiap kegiatan yang dilakukan oleh institusi berfokus pada peningkatan mutu dan pencapaian sasaran strategis jangka panjang.

Dalam konteks ini, peran serta dari semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan sangat diharapkan. Auditee, yaitu pihak yang diaudit, diharapkan dapat memberikan kerjasama penuh dengan menyajikan dokumen yang relevan dan komprehensif. Hal ini akan membantu mengidentifikasi area-area di mana perbaikan diperlukan. Temuan dari AMI tidak hanya akan terbatas pada tingkat program studi, melainkan akan dilacak hingga pada unit-unit seperti UPT serta lembaga lainnya dalam lingkungan kampus.

Pentingnya kegiatan ini juga ditekankan oleh Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum., selaku Ketua STAINU Purworejo. Dalam pandangannya, membangun budaya mutu adalah aspek vital dalam menjaga kualitas pendidikan. Pelaksanaan AMI merupakan bagian dari siklus evaluasi dan perbaikan berkelanjutan yang dikenal dengan singkatan PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Ia menekankan bahwa kinerja harus selalu sesuai dengan standar yang tertuang dalam manual mutu institusi.

Rangkaian AMI ini akan berlanjut dengan proses audit yang mencakup manajemen UPT, tiga program studi, beberapa unit UPT, dan lembaga lainnya. Proses ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 18-19 Juli 2023. Kegiatan ini mundur satu minggu dari yang telah direncanakan di awal untuk lebih mempersiapkan seluruh hal. Hasil dari audit ini akan dipersembahkan dalam Rapat Tinjauan Manajemen yang dijadwalkan pada tanggal 14-16 Agustus 2023.

Diharapkan, melalui kegiatan AMI ini, STAINU Purworejo tidak hanya akan siap menghadapi proses reakreditasi di masa depan, tetapi yang lebih utama adalah memupuk budaya mutu yang kuat dan meningkatkan kinerja secara menyeluruh. Dengan mengacu pada standar mutu yang telah ditetapkan, langkah ini diharapkan akan mendorong pencapaian yang lebih optimal dalam pendidikan tinggi. (Humas dan Publikasi)

LPM STAINU Purworejo Gelar Bimtek AMI Tahun 2023

Pelaksanaan Bimtek Auditor AMI 2023

LPM STAINU Purworejo – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo gelar Bimbingan Teknis Auditor Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2023 di Ruang Rapat Dosen, pada Senin (4/07/2023).

Hadir langsung dalam kegiatan sosialisasi ini, Ketua STAINU Purworejo beserta 4 (empat) Auditor dari hasil rekrutmen. Keempat Auditor tersebut yaitu Dhiya Ayu Tsamrotul Ihtiari, Abdul Aziz, Prawidya Lestari dan M. Nurul Huda, yang semuanya telah memiliki Sertifikat Auditor dari Lembaga Resmi.

Dalam sambutannya, Ketua STAINU Purworejo, Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum., menyampaikan bahwa Bimtek ini menjali bekal utama Auditor dalam proses mengaudit. Menurutnya, kegiatan Audit bukan upaya mencari kesalahan, tetapi ingin merangkul untuk mengarahkan dan memberi pencerahan.

“Kita upayakan proses AMI nanti agar benar-benar sukses dan berhasil, apalagi ini hendak menghadapi akreditasi, jadi kita usahakan agar sesuai dan relevan dengan pupaya perbaikan dan peningkatan mutu yang terstandar SN-Dikti dan Standar STAINU Purworejo,” sambutnya.

Sementara Ketua LPM, Dhiya Ayu Tsamrotul Ihtiari, M.Pd. menyampaikan bahwa Bimtek ini dilakukan untuk menyamakan persepsi dan koordinasi antar Auditor AMI 2023.  

“Pada AMI tahun 2023 ini ada empat Auditor, alhamdulillah semuanya mewakili prodi, kami berharap pelaksanannya nanti dapat berjalan dengan baik dan relevan dengan upaya perbaikan peningkatan mutu antara BAN-PT, LAMDIK dan STAINU Purworejo, sehingga kita tidak kerja dua kali untuk pelaksanaan akreditasi prodi ke depan. Jika upaya perbaikan melalui Audit ini dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat, niscaya pelaksanaan akreditasi akan berjalan dengan baik,” ungkapnya. (Humas dan Publikasi)